Pada bulan Djuni 1961 dari Djawatan Goologi Uru-san Volkanologi dilantjarkan pomorikanan kopuntjak Mo-hamoru Kawah Djonggring Soloko dan penulis borkonan mo-ngikuti rombongan okupodisi jang dipimpin oloh Sdr. A. Djajawinangun (Pangetur Toknik tk.I) diikuti oleh Sdr. I. Soomrja (Djuru Toknik tk.I), Sdr. Bilal (Pongamat Toknik Goologi) Sdr. Keann den Sdr. Sohab masing2 po-kordja Pos U.V. dan 8 or…
Longsoran lava dan awan panas melluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Jarak lintas awan panas mencapai kurang lebih 6,5 km dari titik longsoran. Endapanlongsoran dan ladu terdapat lembah-lembah S. Batang, S. Bebeng, sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas.
pegunungan Dieng adalah suatu puing lama, dimana terdapat banyak kerucut setinggi 100 - 300 me ter sepanjang 14 kilometer dan selebar 6 kilometer. Lajur gunungapi mu- da ini memanjang ke jurusan barat-daya - tenggara dan tierdapat dalam ke- panjangan barat laut dari deretan gunungapi Sumbing - Sundoro.
G. Papandajan merupakan salah satu dari padanja, dan karena pula mudah dapat ditjapai dari Bandung, dapat pula dilakukan pe-nindjauan2 singkat terhadapnja. Ponindjauana ini dilakukan oleh Sdr. Samud Wikartadipura (djuru ukur) dan diantar oleh Sår. Hadis III dengan Landrover merah D-2782, sedang sebagaimana biasa penulia mengikutinja terutama sebagai djuru potret
Periode kegiatan G. Merapi ini dimulai sedjak Djanuari 1967 jang didahului olch auanpanas-auanpanas letusan. Disusul muntjulnja lava ba-ru.Titik kegiatan tepat pada kegiatan tahun 1961. Pembentukan kubah lava berlangsung terus, diselingi oleh awanpanas-asan-pansa guguran dan letusan.
Pada tgl 9-10-1961 diterima telepon dari Sdr. Tomosoha Kantor Karesidenan Priangan bahwa ditepi Sungai Tjisaar Desa Darmawangi, Ketjamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, berdasarkan laporan dari Bupati Sumedang tgl 27 - 9 - 1961 telah timbul api jang keluar dari tanah seluas 2 1/2 x 1 m. Api itu berwarna biru seperti belirang jang dibakar sampai Darmawangi jang letaknja kurang lebih 1/2 km dari tem…
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Pada tanggal 14 maret 1971 penulis telah ditugaskan ke Gn .Ciremai daerah Cirebon oleh Kasi penelitian gunung api, untuk melanjudtkan pemetaan daerah bahaya sementara gunung tsb, karena pada tahun 1970 gunung tsb telah dikerjakan oleh Sdr. Pandi Karnaen dibawah pimpinan sdr. muzil alzwar
Of the Kt. Salak geothermal field, the Cibeureum, Cibodas and Cipamatutan areas consisted of steam heated surface waters. The Muhinin, Cikarang, Gisako-ti and Cikuluwung springs could either discharge stean condensate or dilute The discharge of the Sarimaya springs consisted of hot brine.
Kesan pertama jang didapat penulis pada pemeriksaan adalah bahwa kegiatan Vulkan hanja berkisar pada aktivitas solfatara. Gedjala2 lain dari itu ta' ada sama sekali. Dan solfatara jang aktif hanjalah solfatara2 jang berada di Kawah Ratu dan Kawah Baru.