Pada tgl. 2 Djanuari1958 diterima berita dari Kantor Kepresidenan Priangan dengan perantaraan telpun, bahwa bupati tasikmalaya mengabarkan G. Galunggung mengeluarkan asap terkepul membubung tinggi dan mengharap pemeriksaan dari Urusan Gunung Api.
Menurut Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 1401/0441/3402/1988, L. Djoharman, B.Sc. Komar R, dan pengemudi Kosim Al Sukar ditugaskan ke G. Galunggung dan G. Kelut dari 1 s//d 25-11-1998.
Berkaitan dengan mitigasi bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan Informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami. Sebagaimana kita ketahul secara tektonik, Indonesia terletak di antara 3 lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia di sebelah utara, Lempeng Pasifik di sebelah timur da…
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. G. Galunggung terletak pada koordinat 7° 15' LS dan 108°03' BT. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982-1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian …
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. G. Galunggung terletak pada koordinat 7° 15' LS dan 108°03' BT. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982 1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian …
Gunungapi Galunggung yang merupakan salah satu gunungapi tipe A di Indonesia menempati daerah seluas kurang lebih 275 km² dengan diameter 27 km (baratlaut-tenggara) dan 13 km (timurlaut-baratdaya). G. Galunggung merupakan gunungapi bertipe strato dengan ketinggian puncak 2.168 m dpl atau 1.820 m di atas dataran Tasikmalaya (Kusumadinata, 1979).
Dengn menggunakan ilmu geodesi, kondisi aktivitas gunungapi dapat dipantau. Sehingga banyak sekali metode dibidang geodesi yang digunakan untuk pemantauan gunungapi, salah satunya metode deformasi.
Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografi dan Digital Elevation Model (DEM) saat ini sesungguhnya sangat memungkinkan untuk memodelkan daerah bajiran aliran lahar dengan menggunakan pemodelan. Pemodelan yang dilakukan sebagai upaya untuk merepresentasikan keadaan alam ke dalam suatu model digital berbasis GIS.
Sebagai negara tkto-vulkanik aktif, maka Indonesia kaya akan gunungapi. Banyaknya gunungapi embuat kita mencoba memikirkan bagaimana meminimalisasi dan mencegak bahaya yang dapat ditimbulkan oleh letusan gunungapi tersebut.