Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. G. Galunggung terletak pada koordinat 7° 15' LS dan 108°03' BT. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982 1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian …
Gunungapi Galunggung yang merupakan salah satu gunungapi tipe A di Indonesia menempati daerah seluas kurang lebih 275 km² dengan diameter 27 km (baratlaut-tenggara) dan 13 km (timurlaut-baratdaya). G. Galunggung merupakan gunungapi bertipe strato dengan ketinggian puncak 2.168 m dpl atau 1.820 m di atas dataran Tasikmalaya (Kusumadinata, 1979).
Pada tanggal 25 Oktober 1988 sampai dengan 18 Nopember 1988, Sdr. Effendi, Sdr. M. SL. Tobing, Sdr. Nanang Rahardjo dan penulis dengan SPD No. 1359/P/88 melakukan Pengukuran Deformasi Ulang ke Gunung Galunggung, disertai Ka di Topografi dan Pengukuran Deformasi.
Dengn menggunakan ilmu geodesi, kondisi aktivitas gunungapi dapat dipantau. Sehingga banyak sekali metode dibidang geodesi yang digunakan untuk pemantauan gunungapi, salah satunya metode deformasi.
Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografi dan Digital Elevation Model (DEM) saat ini sesungguhnya sangat memungkinkan untuk memodelkan daerah bajiran aliran lahar dengan menggunakan pemodelan. Pemodelan yang dilakukan sebagai upaya untuk merepresentasikan keadaan alam ke dalam suatu model digital berbasis GIS.
Sebagai negara tkto-vulkanik aktif, maka Indonesia kaya akan gunungapi. Banyaknya gunungapi embuat kita mencoba memikirkan bagaimana meminimalisasi dan mencegak bahaya yang dapat ditimbulkan oleh letusan gunungapi tersebut.
Pengamatan gunungapi Galunggung selama letusan 1982 terdiri dari metide Geofisika dan Geokimia. Semua metoda terebut merupakan tambahan/pelengkap dan hasilnya dikombinasikan untuk menganalisa dan mencoba untuk meramalkan kemungkinan besar arah aktifitas yang akan datang.
Metode yang digunakan untuk mengamati besarnya deformasi dari Gunungapi Galunggung adalah metode pengamatan GPS secara kontinyu. Pengamatan deformasi menggunakan GPS merupakan salah satu metode yang sangat aktif karena dapat menghasilkan data dengan ketelitian hingga orde mm (milimeter) dengan menggunakan metode Differential Potitioning.
This study deals with the volcanic hazards-mapping from a Petrological and Morphological point of view with a case study in Indonesia (Galunggung Volcano, Tasikmalaya, West Java). From a Petrological point of view the increase or decrease of the major elements contained in the eruption products, the eruption charactheristics and the differentiation processes which have taken place in the magma …