Wilayah kepulauan Indonesia merupakan daerah lawan bencana alam termasuk bencana letusan gunungapi. Berdasarkan statistik dalam tahun 1900-1999 di Indonesia terjadi 224 kejadian bencana alam yang diantaranya 15% ditimbulkan oleh letusan gunungapi. Dalam kejadian tersebut 18.000 jiwa atau 31% dari 59.743 jiwa akibat bencana alam. Hampir setiap tahun tercatat sedikitnya satu gunungapi di Indonesi…
Komplek Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung. Puncak tertinggia G. Lokon yaitu 1580 m dml, disini terdapat triangulasi P112, sedangkan puncak G. Empung berketingggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif saat ini. Berdasarkan statistik, G. Lokon meletus setiap antara 1-5 tah…
Gunung Mahawu meletus terakhir dalam tahun 1958, artinya sudah istirahat hampir setengah abad. Sepanjang tahun 1991 pernah meningkat secara visual bersamaan ketikan Lokon meletus besar yang menghasilkan awanpanas. Pada akhir September 2005 yang lalu secara mengejutkan terekam gempa vulkanik tipe A (VA) dan berlanjut hingga awal Oktober 2005. Untuk mengetahui aktivitas vulkanik G. Mahawu saat in…
Dalam bulan Agustus 2007, kegiatan letusan G. Karangetang meningkat yang dicirikan dengan semburan material pijar, letusan abu, leleran lava, guguran-guguran lava serta terjadinya awan panas guguran. Salah satu metoda pengamatan yang dipakai untuk mengamati kegiatan G. Karangetang yaitu dengan deformasi memakai EDM. Dari hasil pengukuran EDM periode Juni 2007 dan Agustus 2007 diperoleh perkiraa…
Pengamatan visual yang dilakukan dari Pos PGA Soputan di Desa Maliku, selam 1 sampai 11 Juni 2007 menunjukkan adanya asap putih tipis dari atas kubah lava soputan. Ketinggian asap berkisar antara 15 sampai 40 meter dari puncak Soputan. Sedangkan dari data kegempaan selama ini, seismogram lebih didominasi oleh jenis gempa guguran. Pada tanggal 4 Juni 2007 mulai teramati adanya gempa tremor vulka…
Sepanjang lengan Sulawesi bagian utara dijumpai berderet gunungapi yang sewaktu-waktu dapat meletus. Proses terbentuknya karena kerak bumi yang terdesak oleh lantai samudra Pasifik ke arah barat. Akibat desakan tersebut yang tertahan oleh Busur Halmahera mengakibatkan lempeng samudra menyusup. Di daerah penyusupan inilah magma diproduksi. Untuk mengetahui aktivitas vulkanik G. Lokon, G. Mahawu,…
Keberadaan peralatan pemantauan aktivitas vulkanik gunungapi, sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas monitoring gunungapi. Beberapa gunungapi di Sulawesi Utara yang mendapat kesempatan instalasi peralatannya antara lain: G. Lokom, G. Mahawu dan G. Soputan. Peralatan seismik tersebut dipasang pada lokasi baru untuk mendukung keberadaan stasiun lama yang sudah terlebih dahulu berope…
Gunungapi Karangetang terletak di Pulau Siau, secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara, dengan ketinggian puncak 1820 meter diatas muka laut. Sebagai gunungapi yang sangat aktif, masa istirahat G. Karangetang sangat singkat, berlangsung beberapa bulan kemudian meningkat kembali. Pada umumnya kegiatan dimulai dengan letusan asap/abu, dan biasanya b…
Gunungapi Awu merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia dan merupakan gunungapi yang paling berbahaya setelah Gunung Kelut tercatat dari 12 kali letusan besar 5 diataranya memakan korban jiwa, harta benda dengan tinggi puncaknya 1320 m dpl. Gunungapi Awu terletak bagian utara Pulau Sangir Besar. Secara administratif Gunungapi Awu termasuk KAbupaten Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara…
Gunung Ruang merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di wilayah berpenduduk dengan kerapatan penduduk sedang-rendah yang terkonsentrasi di sektor barat, barat laut, dan utara yakni di sekitar Kp. Laingpatehi, Lihongga, dan Pumpente. Prakiraan Bahaya Gunung Ruang adalah merupakan salah satu upaya untuk menilai dan memperikirakanpotensi bahaya gunung Ruang apabila terjadi letusan dimasa …