Sebagaimana telah dilaporkan pada laporan hasil pemetaan tahap pertama, G.Salak adalah gunungapi tipe strato pada tingkat kegiatan fumarola dengan ketinggian 2211 m di atas muka laut dan secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Sehubungan dengan tertundanya pemetaan geologi Gunungapi Tangkubanparahu tahap II yang seharusnya telah selesai di kerjakan pada tahun anggaran 1981 - 1982, maka mulai 20 Oktober sampai 25 November 1982 satu team pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi telah diberangkatkan ke G.Tangkubanparahu untuk melanjutkan pemetaan geologi tersebut di atas.
Tujuan utama penyelidikan ini adalah untuk mengumpulkan data geologi secara lateral maupun vertikal atas hasil letusan serta struktur geologinya. Metode penyelidikan dilakukan secara pemetaan geologi dengan mempergunakan peralatan seperti, palu geologi, altimeter, kamera, roll meter, cangkul/sekop, alat tulis dan gambar serta buku catatan lapangan dan lain - lainnya.
Sebagai realisasi rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi dalam tahun anggaran 1982/1983 Pelita ke III tahun ke 4, telah ditugaskan satu tim pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi untuk melakukan pemetaan geologi G. Salak. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, penyu- sunan stratigrafi dan struktur geologi ser…
Yang dipergunakan pengukuran ialah : pesawat Theodolite Kern KO-S, dengan dilengkapi Kompas merk Kern, yang dipasang di atas pesawat Theodolite tersebut. Pekerjaan tersebut dimulai dari titik tetap Q.308, yang ketinggiannya + 1255,20 m dari permukaan laut, menuju ke tempat pemasangan pesawat Seismometer.
Pemetaan geologi Gunung Galunggung dimaksudkan untuk menyumbangkan data fisiografi, penyebaran leteral dan vertikal endapan gunungapi, struktur geologi dan aspek geologi lainnya sehingga dapat diketahui sejarah geologi gunungapi dan diharapkan juga evolusinya.
Potensi sumber alam yang tersedia perlu digali secara optimal melalui tahapan penelitian yang terencana dengan baik untuk selanjutnya diusahakan agar dapat menciptakan kesempatan kerja baru, meningkatkan pendapatan devisa negara maupun daerah dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup yang layak dan serasi.
Dalam rangka mendapatkan pola, rumusan dan metoda penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung secara tuntas dan terpadu, atas kerjasama antara BAKORNAS PBA dengan UNDP, UNDRO dan PMI, telah diselenggarakan Loka Karya Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Korban Bencana Alam Gunung Galunggung dari tanggal 20 s/d 25 September 1982 di Bandung.
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.
Sesuai dengan rencana kerja dari Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada triwulan I tahun 1982/1983 Pelita ke III, akan melakukan pemetaan gunung-api Sundoro dan sekitarnya.