Di dalam ini memuat penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di Gunung Merapi wilayah Jawa Tengah terdiri dari penyelidikan berdasarkan kelompok kerja Geokimia, Seismik/Geomagnet, Deformasi, dan Laharan.
Sesuai dengan tugas pokok sebagaimana tercantum dalam pasal 382 Surat Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1092 Tanggal 6 Maret 1984 Sub Direktorat Analisa Gunungapi melaksanakan pengamatan dan pengolahan laboratorium lapangan Gunung Merapi, penyelidikan Vulkano Fisika, Petrokimia dan Gas serta Instrumentasi gunungapi.
Salah satu diantara gunung berapi di Indonesia yang masih aktif melakukan kegiatan adalah Gunung Merapi, terletak di perbatasan Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sleman dengan ketinggian lebih kurang 2.911 M diatas permukaan air laut.
Laporan ini merupakan hasil pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana kerja proyek pengamatan/pengawasan dan pemetaan gunung api tahun anggaran 1990 - 1991, triwulan II, yaitu pendataan penduuk dan perekaman data video untuk dokumen - dokumentasi Gunung Guntur.
Tulisan ini merupakan laporan kerja lapangan pengadaan bahan - bahan penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Gunung Api Slamet.
Dengan merujuk pada Surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur.
Dengan menunjuk pada Surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur, maka penulis berangkat ke Malang dan Lumajang untuk melaksanakan tugas seperti apa yang tertulis dalam Surat tersebut di atas.
Gunung merapi dalam tahun 1961 bekerja dengan giat sesudah tenang selama l.k 2 tahun. Kegiatan dimulai sejak tanggal 5 April 1961 dengan guguran-guguran dari sumbat lava sebelah baratdaya dan kemudian disusul oleh kegiatan yang berpusat pada lava 1957.
Dengan adanja laporan2 dari pos pendjagaan gunung berapi di Babadan, jang memberitahukan bahwe G.Morapi dalam pormulaan th. 1953 soring mongeluar-kan asap tebal hitem, lagi pula meningkatnja beker-djanja solfatara2 didaerah puntjak, make sogera di-adakan penindjauan oloh Kepala D.G.B. beserta dengan Sdr. Mo.Slamet den Surjo
Kegiatan G. Merapi tahun 1967 ini diawali oleh awan panas letusan pada tgl.12 djanuari, djam 13.39. Awan panas tersebut mencapai jarak 6 km. dari puncak masuk kejurusan K.Batang