Penyelidikan gunungapi dillakukan dengan cara mengukur parameter - parameter fisika atau kimia pada suatu gunungapi misallnya seismik, suhu, topografi, magnetik, grafitasi,komposisi, gas, dll.
Pada tanggal 13 Oktober 1975, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian tenggara selama 66 hari, dengan disertai Sdr. Sobana dan Sdr. Sadjiman; yang terakhir ini ditugaskan mulai pertengahan bulan Nopember 1975.
As no satisfactoy scientific work has been completed to date at Dieng it is proposed that the scientific teams scheduled to work in Bali should be redirected immediately to Dieng. With the suggested programme, scientific work could continue through to December 1975 allowing the possible sitting of the first exploratory well by then.
Dilihat dari rata - ratanya ternyata kadar HC1 dari contoh gas tanggal 8 September 1974 dan tanggal 16 Februari 1975 dalam jangka waktu kira - kira 5 bulan, tidak jauh berbeda, yaitu masing - masing 4601 ppm dan 4506 ppm, walaupun keadaan suhu gas serta lokasinya jauh berbeda.
In January this volcano showed increasing activity. On the 22nd, 06. 15 loc, time, B crater emitted rather thick white smoke with strong gas pressure until 300 meters high. This phenomenon lasted almost continuosly from morning until evening. A moderate eruption took place at C crater on the 30th, discharging thick turbulent black ash cloud with strong pressure untill 500 meters high.
During the month of January the growth of lava dome continued slowly. From time to time at night glares above the dome could be observed. On January 15 a lava avalanche entered the upper course of R. Batang. In February the growth of lava dome seemed to cease completely.
Pada akhir minggu pertama bulan Maret 1967 G. Merapi menunjukan kegiatan berupa turunnya awan awan pijar guguran ke jurusan K. Batang, K. Bebeng, K. Putih yang menggapai jarak maksimum 1k. 6 km.
sehubungan dengan peningkatan kegiatan G. Merapi, sejak tanggal 6 Mare 1976, Sdr. Rudy Dalimin B. SC., Sdr. S. Harto dan Sdr. Asep Djaja bersama penyusun ditugaskan ke sekitar G. Merapi.
Pengukuran kubah lava bertujuan untuk mengetahui "volum pendekatan" nya. Disini penulis menggunakan istilah "volum pendekatan", karena berdasarkan cara - cara pengukurannya, antara lain sebagai berikut: a) puncak kubah lava diukur dengan "aanpeilingen" dari 2 tempat titik tetap. b) disesuaikan dengan peta ukuran puncak G.Merapi, yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 1962.
Dengan surat perintah No. 2972/S/1975, tanggal 5 Juli 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan penelitian di daerah sekitar G.Merapi sehubungan dengan peluncuran awan panas guguran yang terjadi tanggal 9 dan 10 Juli 1975.