Deformasi pada tubuh gunungapi yang disebabkan oleh kegiatan magma yang berada dibawahnya. Hal ini diasumsikan berbentuk bola didalam media semi elastik yang menekan kesegala arah sehingga mampu mendorong tubuh gunungpi. Deformasi pada tubuh gunungapi biasanya terjadi sebelum letusan (inflasi) atau setelah letusan (deflasi).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada gunungapi menggunakan metode PS-InSAR denga validasi menggunakan data GPS. Data SAR yang digunakan, terdiri dari 27 citra Sentinel 1A tipe SLC dengan tanggal akuisisi 2 Januari hingga 28 Desember 2017.
Telah dilakukan penelitian mengenaik ativitas vulkanik deformasi yang dicirikan dengan adanya perubahan bentuk tubuh gunungapi. Gunungapi Bromo memiliki deformasi yang menarik terkait dengan lokasi pusat tekanannya.
Deformasi tubuh gunungapi merupakan gejala perubahan geometrik permukaan gunungapi, yang digambarkan oleh gerakan dalam arah horizontal dan vertikal. Pergerakan yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik ini berhubungan erat dengan kegiatan magma, yaitu adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi oleh intrusi magma di bawah permukaan.
Upaya yang dilakukan dalam menghindari bahaya letusan gunungapi salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan secara periodik atau berkala. Hal ini dimaksudkan untuk melihat besarnya pergerakan dan tingkat aktivitas dari tubuh gunungapi.
Pemantaun aktivitas gunungapi dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain metode seismik, thermal, kimia gas, dan deformasi. Salah satu metode yang cukup efektif, disamping metode seismik yang umum digunakan adalah metode deformasi yang berbasiskan pada pengukuran geodetik terhadap deformasi horizontal dan vertikal dari daeah gunungapi tersebut.
Tujuan peneliatian ini adalah untuk menganalisis deformasi pada setiap titik pantau pada saat erupsi/letusan terjadi di Gunungapi Agung pada tanggal 21, 25, dan 26 November 20217 berdasarkan kinematics time series-nya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data pengamatan GPS kontinu dari setiap titik stasiun pengamatan GPS yang berada di Gunungapi Agung pada…
Indonesia merupakan salah satu negara kepulaian dengan kondisi tektonik dan geologi yang sanat kompleks dan aktif. Interaksi antara lempeng Australia, blok Sunda, lempeng Laut Filipina, lempeng Pasifik dan beberapa mikro blok tektonik mengakibatkan banyak dan sering tejadinya bencana alam tektonik, seperti gempabumi, tsunami, gununga[i, peurunan muka tanah dan sebagainya.
Letusan Gunungapi adalah suatu fenomena alam yang telah berlangsung sejak bumi ini masih ada, dan akan terus sebagai konsekuensi dari dinamika bumi ini, ia merupakan manivestasi gerakan potongan-potongan laoisan bagian atas bumi (Lempeng Tektonik). Bada bagian tepi lempeng inilah kegiatan gunungapi berlangsung. Interaksi antara lempeng Hindia dan Asia di tepian pulau Jawa telah menyebabkan terb…
Gunungapi Gede berada di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi Jawa Barat. Gunungapi Gede ini memiliki ketinggian 2958 meter di atas permukaan laut yang diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe strato. Tercatat letusan sangat hebat pertama kali pada tahun 1747-1748 yang menyebabkan aliran lava yang terjadi sepanjang 2 km dan letusan terakhir tercatat terjadi tahun …