Tujuan dari pendakian ini adalah untuk mengetahui kegiatan G.Merapi pada waktu pemeriksaan sebagai bahan perbandingan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pengamatan secara visual maupun pengukuran suhu menunjukan bahwa G.Merapi masih tetap dalam keadaan sangat aktif.
Laporan berisi tentang Konstruksi patokbeton dan lokasi patok-patok di sekitar daerah G. Kelut dan G. Merapi, data bacaan seluruh pengukuran patokbeton
Laporan pemeriksaan puncak Gunung Merapi meliputi pemeriksaan kawah seperti keadaan lerengg sebelah utara, lava dari tahun 1954-1957, Kawah Woro, dan Kawah Gendol, serta Lereng Gendol
Laporann pendugaan volum kubah Lava Gunng Merapiyang meliputi perhitugan tinggi, serta volum bukah lava
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.
Laporan meliputi hasil pemeriksaan kegiatan Gunung Merapi mulai dari penyebaran abu dan awan pijar , perhitungan kubah lava G. Merapi, serta banjir lahar pada jalur K. Bebeng, K. Krasak, K. Putih
Laporan hasil pengukuran kubah lava yang tersisa setelah longsoran yang terjadi pada tanggal 21 sampai dengan akan dimulainya pengukuran (27 Agustus 1978)
Pada tanggal 7 Januari 1977 diketahui terdapat empat pilar yang telah dibagun di puncak merapi. Penugasan kali ini ilah melaksanakan pengukurannya. Pengukuran dilakukan pada musim kemarau untuk menghindari cuaca buruk
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi di dunia yang memiliki ciri khusus, sehingga bencana yang diakibatkan oleh keganasanya masih sulit dapat diperhitungkan. sehigga laporan ini mencakup kegiatan awal dalam merancang program penanggulangan bahaya bencana merapi, selanjutnya langkah-langkah penanggulangan masing-masing elemen masyarakar dan pemerintah ketika terjadi bencana