Indonesia merupakan gugusan kepulauan pada daerah ekuator yang menjadi tempat pertemuan tiga lempeng besar dunia dan termasuk dalam zona ring of fire sehingga memiliki potensi bencana gunungapi yang tinggi, salah satunya adalah potensi bahaya bencana pada Gunung Sinabung.
Pengamatan aktivitas seismik bumi menuntut ketepatan dan keahlian yang tinggi dari seorang pengamat. Pengamatan seperti picking dan penentuan lebar jendela yang sangat bergantung pada subjektivitas pengamat ini sangat sulit diterapkan pada sinyal gempa vulkanik, karena umumnya onset sinyal sering kali sulit terlihat.
Gunung Sinabung merupakan gunung stratovolcano andesitik berbentuk kerucut, dengan ketinggian 2460 mdpl. Secara administratif, Gunung Sinabung terletak di Daratan Tinggi Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sebelum tahun 2010, Gunung Sinabung merupakan gunung yang tidak aktif sejak tahun 1600 dan masuk ke dalam kategori B oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sinabung merupakan gunung api andesit dan dasit stratovolcano, yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Pada tahun 2010 gunungapi Sinabung meletus setelah dormansi yang sangat lama. Periode letusan dimulai pada 27 Agustus 2010 dan berakhir pada tanggal 7 September 2010.