Gunung Salak secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor, hingga saat ini masih aktif mengeluarkan asap solfatara dan bualan-bualan air panas, hingga saat ini masih aktif mengeluarkan asap solfatara dan bualan-bualan air panas. Gunung ini termasuk tipe A sehingga akan selalu dipantai aktivitasnya baik ativitas kawah maupun kegempaannya.
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah timur kota Bandung. Nama Guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa Belanda DIndenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur, dan guruh.
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi strato yang masih aktif. Secara administratif terletak sebagian besar di wilayah kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahan galian gunungapi di komplek G. Guntur umumnya berupa bahan galian golongan C seperti sirtu (pasir dan batu), batuan beku (andesit dan basal), pasir sungai dan bangunan (rumah, jalan, jembatan), bahan pembuatan batu bata, genteng, dan lain-lain.
G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…
Gunung Papandayan merupakan gunungapi Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat., dengan ketinggian 2665 meter diatas muka laut. Sejarah letusan yang mulai tercatat adalah pada tahun 1772, sedangkan kegiatan terakhir yang cukup besar terjadi pada tahun 2003. Secara tektoni G. Papandayan terletak pada Busur Sunda
Sejak erupsi terakhir pada 1937 hingga kini G. Cereme (3.078 meter d.p.l dalam keaadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian normal kembali. G. Cereme merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif tipe A di Jawa Barat, walaupun letaknya relatif terpisah dari deretan gunungapi aktif lainnya sehingga merupakan gunungapi soliter.
Guungapi Gede yang letaknya berdampingan dengan gunungapi Panrango membentuk suatu gunungapi kembar. Sehubungan dengan letaknya yang berdekatan, sering disebut sebagai Komplek Gunungapi Gede - Pangrango. Gunungapi Pangrango yang relatif lebih tua dari pada Gede sudah tidak memperlihatkan aktifitas vulkanismenya lagi dan berpindah ke gunungapi Gede.
Gn. Papandayan merupakan salah satu gunungapi strato Tipe A, berbentuk kerucut terpancung yang dibangun oleh perselingan aliran lava dan endapan piroklastika aliran dan jatuhan, hingga saat ini Gn. Papandayan masih terus aktif dengan hembusan solfatara dan fumarola di dasar kawah serta bualan-bualan air.