Gunung Salak terletak pada perbatasan Betawi dan Priangan mempunyai dua tepi kawah, sangat rontok dan tererosi air, yang pertama dengan jari - jari 1 km, lewat puncak Salak III (2080 m), Salak I atau Gg. Gaja, titik tertinggi dari gunung-apinya (2211 m), Salak II atau G. Ciapus (2189,5 m), Gg. Gedogan (1920 m) dan sebuah puncak tanpa nama tingginya 1930 m.
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub direktorat Pemetaan Gunungapi perioda 1981 - 1982 adalah penelitian geologi Gunungapi Galunggung Jawa Barat. Di sini dilaporkan kemajuan hasil sementara pemetaan geologi daerah Gunungapi Galunggung Jawa Barat selama sebulan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kegiatan vulkanik dengan membandingkannya dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dalam pemeriksaan ini alat - alat yang digunakan ialah termometer maksimum ukuran 400'C dan 120'C, dan peta topografi puncak/kawah G.Gede.
Salah satu program kesekian pemetaan geologi gunungapi, sub direktorat pemetaan gunungapi Galunggung Jawa Barat.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu adalah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan gunungapi pada waktu itu.
Pada tanggal 9 Desember 1978 beberapa personil Sub Direktorat Panas bumi termasuk penulis menyertai "expert" dari Canada John T. Crandall ke Kamojang. Personil dari Direktorat Vulkanologi termasuk Ir. Susilo Badhri, Nikmatul Akbar B.Sc, Freddy Nanlohi B.Sc, dan pengendara mobil untuk melayani para personil, Harun Suherman.
Gunungapi dengan tipe strato ini terletak di- daerah Kabupaten Cirebon pada posisi 6.534 1.s. dan 108.24 B.T. Pada kawah utama terdapat dua dasar kawah, kawah kasepuhan dan kawah kanoman, sebelum mencapai kawah utama disebelah baratnya terdapat bekas lobang le- tusan yang telah dikenal dengan nama Gua Walet.
G. Gede atau G. Agung terletak dikecamatan Cianjur, bentuk gunungapi kembar dengan 4. Pangrango yang lebih tuabdan tidak lagi menunjukkan adanya kegiatan. Tubuh gunungapi ini tortutup popohonan besar maupun kecil yang tumbuh secara subur dan merupakan pohon pelindung bagi petugas. Dipuncaknya terdapat kawah-kawah Gemuruh, Gedeh, Sela, Ratu, Lanang, Baru dan Wadon.
Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.