Dalam melaksanakan pekerjaan ini cukup banyak rintangan. Rintangan - rintangan tersebut diantaranya pekerjaan ini dimulai pada musim hujan. Selain itu, kabut lapangan yang cukup tebal dan hutan - hutannya yang sukar untuk dirintis. Pekerjaan ini tidak dapat dimulai dari VQ IV (puncak G.Merapi), karena K. Boyong ini kalau ditelusuri dari puncak sukar untuk didapatkan lembahnya.
Tujuan dari pendakian ini adalah untuk mengetahui kegiatan G.Merapi pada waktu pemeriksaan sebagai bahan perbandingan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pengamatan secara visual maupun pengukuran suhu menunjukan bahwa G.Merapi masih tetap dalam keadaan sangat aktif.
Laporan berisi tentang Konstruksi patokbeton dan lokasi patok-patok di sekitar daerah G. Kelut dan G. Merapi, data bacaan seluruh pengukuran patokbeton
Laporan pemeriksaan puncak Gunung Merapi meliputi pemeriksaan kawah seperti keadaan lerengg sebelah utara, lava dari tahun 1954-1957, Kawah Woro, dan Kawah Gendol, serta Lereng Gendol
Laporann pendugaan volum kubah Lava Gunng Merapiyang meliputi perhitugan tinggi, serta volum bukah lava
Pada tgl. 28 - 1 - 1979 dilakukan penelitian, akibat terjadinya awan panas guguran pada tgl. 24 - 1 - 1979 jam 21.29
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.
Sehubungan dengan saran Sar. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang, tel. 8 Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bi- la diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih dan K. Bebeng, dan sesuai pula dengan rencana Seksi PEFAPI dalam triwulan IV tahun 1976/1977, maka penulis ditugankan oleh Kasi PETAPI ke sekitar hulu K. Pütih dan lain lain.
Laporan meliputi hasil pemeriksaan kegiatan Gunung Merapi mulai dari penyebaran abu dan awan pijar , perhitungan kubah lava G. Merapi, serta banjir lahar pada jalur K. Bebeng, K. Krasak, K. Putih