Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
For June Merapi report will be presented special in report of meeting about June 1984 Merapi activity because all data during the month was taken directly from the field or observatory
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…
Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula tamu dari Hawaii Volcano Observatory, USGS. Mereka kebetulan sedang berada di Indonesia untuk mengevaluasi hasil pemasangan seismograf dengan sistem pancar yang mereka lakukan pada pertengahan tahun 1982. Mereka mengevaluasi data yang tercatat selama ini dan melatih para teknisi bagaimana menangani peralatan yang terpasang dan pengkalibrasian secara period…
In April and May 1984 rockfalls and glowing clouds from the active lava dome were continued to be observed traveliing a maximum distance of 1.5 KM from the summit toward Batang Valley.
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…
G. Tangkubanparahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan para wisatawan dalam dan luar negeri. Ternyata akibat letusan-letusannya menghasilkan morfologi G. Tangkubanparahu yang indah dan menarik bagi para wisatawan. Berdasar-kan coraknya, riwayat letusannya dapat dibagi menjadi 3 perioda yaitu, Fasa esplosiva (ledakan), Fasa efusiva dan Fasa pembentukan …
Material continued to fall from the active dome producing rockfalls which traveled down the Batang valley and reached a maximum distance of ffrom the summit.
Bedasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 229/P/1984 dari pemimpin proyek penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami ditugaskan untuk melakukan pengamatan dan penelitian seismik di G. Kelut.