Penelitian laharan dan geologi yang dilakukan di daerah K. Senowo, K.Lamat, K. Blongkeng dan sekitarnya dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran awan panas dan lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang sedang berlangsung.
Uji coba pengukuran SP telemetry dilakukan beberapa percobaan untuk mendapatkan masukan dalam rangka perencanaan sistem pengukuran SP telemetry. Diantaranya elektroda sebagai komponen utama pada pengukuran SP membutuhkan yang dapat digunakan untuk waktu lama, baik kualitas bahan dasarnya maupun larutannya.
Dalam meningkatkan peramalan aktivitas Gunung Merapi maka diperlukan kualitas data yang baik dan kontinyu, untuk mencapai maksud tersebut maka pada bulan Mei 1992 dilakukan perbaikan/perawatan dan kalibrasi unit seismograf lapangan dan unit magnetik lapangan.
Analisa terhadap berbagai jenis gempa yang terjadi pada perioda 1989 - 1990 dan dengan memperhatikan kelakuan letusan - letusan atau peningkatan kegiatan G.Merapi yang pernah terjadi sebelumnya diharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang mekanisme internal yang sedang berlangsung dan kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi.
Pada tanggal 13 Maret 1991 telah datang ke Direktorat Vulkanologi Dr. Shigeru Suto dari Seksi Volkanologi, Geological Survey of Japan, 1.1.3 Higashi, Tsukuba, Ibaraki 305, Jepang. Maksud kedatangannya adalah untuk melihat gunungapi aktif di Indonesia, khususnya G.Galunggung dan G.Merapi, serta mendapatkan data publikasi yang berhubungan dengan kegunungapian dan mengetahui sistem pengawasan gunu…
Penelitian di daerah puncak G.Merapi dan Pasar Bubar oleh tim puncak Seksi Penyelidikan G.Merapi dilakukan pada tanggal 19 s/d 28 Agustus 1991. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan memantau terjadinya longsoran di daerah sekitar puncak dan sekitarnya seperti yang telah dilaporkan oleh Dr. Sabroux, seorang ahli gunungapi dari Perancis.
Gunung Merapi terkenal karena interval antara letusan yang cukup pendek dibanding dengan gunung - gunung lainnya. Sejak awal abad dua puluh, letusan - letusan sudah banyak terjadi, pada umumnya nampak sebagai suatu rangkaian antar satu letusan dan lainnya, dan bahkan tidak menunjukkan adanya perioda "mati" diantara letusan - letusan tersebut.
Laporan Proyek tahun 1989/1990 dari Sub Direktorat Analisa Gunungapi merupakan hasil kegiatan pembangunan Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi tahun anggaran 1989/1990 yang dilakukan oleh para pelaksana proyek di Seksi Vulkano Fisika, Seksi Petrokimia, dan Gas, Seksi Instrumentasi dan Metoda Terpadu Gunung Merapi.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki seismograf RTS Plawangan, Pogog dan Maron serta pemasangan panel dan tempat accu untuk lokasi sensor geomagnet di sekitar G.Merapi.
Pengukuran deformasi yang dilakukan oleh kelompok kerja deformasi dari Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta, adalah pengukuran jaringan titik - titik di puncak, pengukuran perubahan morfologi kubah lava, menghitung volume kubah lava, pengamatan rekahan di puncak lava 1956, pengukuran pergeseran horisontal pada lereng selatan dan kubah lava, pengambilan contoh gas di Kawah Gendol d…