Kegiatan penyelidikan umum lithium dengan metode geologi, geokimia dan geofisika di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya, Provinsi Jawa Tengah dimaksudkan untuk mengetahui informasi potensi dan sifat fisik batuan bawah permukaan yang berkaitan dengan endapan lithium berdasarkan data geofisika, geologi dan geokimia di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya, Provinsi Jawa Tengah, tujuannya adalah untuk m…
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan petrokimia G. Soputan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mulai tanggal 30 April - 19 Mei 1994 dalam rangka pelaksanaan proyek Penyelidikan Gunung Api dan Panas Bumi Tahun anggaran 1994/1995
Laporan ini akan mencerminkan kegiatan dari Bagian Proyek Pengembangan Laboratori um Geokimia Cunur.gapi Yogyakarta, Proyek Pengembangan Laloratorium Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, yang akan mel puti, Tim G. Kelut Propinsi Jawa Timur, Tim G. Merapi Propinsi Jawa Tengah/Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Tim G. Dieng - Propinsi Jawa Tengah, Tim G. Ijen Propinsi awa Timur, Tim Administrasi …
Maksud penelitian adalah meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunung api Awu, meliputi pencarian dan pengambilan contoh batuan lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, analisa petrogafi dan analisa kimia contoh batuan
Didalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1892/KPTS/Pertambangan/1984 maka menurut pasal 404 Sub Direktorat Analisa Gunung api mempunya fungsi yaitu, Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa-Tengah, melakukan penyelidikan petrokimia, gas dan uap panas bumi, serta melakukan perancangan, perakitan, perbaikan, pengembangan dan percobaan instrumenta…
Pada bulan September 1986 tepatnya tanggal 4 September 1986, G. Lokon yang terletak di kecamatan Tomohon, Minahasa,Sulawesi Utara terjadi kegiatan peletusan. Sehubungan dengan ini maka Sdr. Suratman BSC dari Sub Dit. Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah mengumpulkan bom gunung api sebanyak dua buah conto (Lok-A/86 dan Lok.-B/86). Conto tersebut diambil sekitar 400 m di sebelah ten…
Kenampakan gejala panasbumi di permukaan terbesar pada lingkungan vulkanik (komplek Waisano) dan non vulkanik (daerah Werang)
Daerah penyelidikan Lembar Morotai A-3 secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan dan Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dengan luas penyelidikan sekitar ± 750 km2. Pengolahan geokimia terhadap 75 sampel sedimen sungai, dilakukan dengan analisis statistika yang kemudian dimodelkan dengan menggunakan system informasi geografis. Analisis statistik yang digu…
Litologi di daerah penyelidikan didominasi oleh batuan gunungapi berumur Tersier dan Quarter. Batuan tertua yang tersingkap adalah batuan sedimen "flysch" berumur Kapur Atas terdiri dari perselingan batupasir, greywake, serpih, konglomerat, bersisipan batupasir dan batulanau gampingan, tufa, lava dan breksi. Hasil penyelidikan geokimia sedimen sungai …
Daerah lembar peta Watampone dibedakan atas 3 jenis morfologi, yaitu daerah dataran tinggi, daerah perbukitan sedang dan daerah dataran rendah. Daerah dataran tinggi terdiri dari dua baris pegunungan yang memanjang arah utara-baratlaut dan dipisahkan oleh lembah Walanae. Puncak pegunungan yang tertinggi adalah 1694 m, sedangkan rata-ratanya 1500 m. Da…