Untuk pengukuran deformasi ada beberapa macam metoda yang bisa digunakan yaitu diantaranya dengan cara EDM, dry tilt, level-ling dan watertube.
Berdasarkan SPPD No. 1340/P/85 penulis beserta L. Djorahman B.Sc. dan Sdr. M.S.L. Tobing ditugaskan ke Gunung Tangkubanperahu untuk mengadakan pengukuran deformasi dengan cara dry tilt, pelaksanaan pengukuran ini ada kaitannya dengan sedikit meningkatnya kegiatan sismik.
Sisi kelandaian lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Merapi dihubungkan dengan perubaham harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya.
Pengukuran ungkitan lereng dihubungkan dengan gunungapi aktif pertama dikenal di Hawai oleh Jagger (1926), dimana bandul horisontal dari Se-ismometer yang dipasang di Whitnen Vault dekat puncak G. Keleua menca-tat perubahan waktu lebih lama dari biasanya, sewaktu terjadi ungkitan lereng. Kemudian D.B. Jackson mulai mengembangkan sistim pengukuran ungkitan lereng menggunakan alat penyipat datar …
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebaran pro-duk gunung ini baik secara vertikal maupun lateral yang di-dasarkan pada analisa potret dan citra landsat, yang nantinya diharapkan dapat untuk membantu disiplin kerja lainnya di ling-kungan Dit. Vulkanologi.
Pengecekan data geologi daerah pegunungan Dieng dan sekitarnya tahap ke II, yang merupakan kelanjutan pekerjaan tahap I, telah dilaksanakan dari tanggal 1 Desember 1981 sampai dengan tanggal 30 Desember 1981 selama 30 hari.
Dari potret udara dapat ditafsirkan jenis litologi, bentuk penyebaran, struktur serta morfologi sedangkan dari landsat dapat ditafsirkan jenis litologi, struktur dan batas daerah penyebaran hasil kegiatan gunungapi secara umum.
Disekitar G.Merapi telah dipasang 8 (delapan) petak dan jalur lokasi -lokasi Benchmark masing - masing : di Selo, Krinjing, Babadan, Plangan, Maron, Ngrancah, Sidorejo (Deles) dan Gumuk Petung.
Hingga akhir Mei 1981 disekitar G.Kelut telah dipasang enam petak lokasi Benchmark masing - masing : di Mangli, Sumber Petung, Margomulyo, Bambingan, Gajahmungkur, dan G.Pedot, dimana empat petak lokasi Benchmark yang disebut dari pertama dibuat sejak Desember 1979, sedang dua petak Benchmark yang terakhir dibuat bulan Februari 1981.
Dari hasil penafsiran potret udara dan citra landaat, adalah mangat perlu diadakan pengecekan lapangan yang rencana akan dilakukan dalam bulan Juni Juli 1981, selama satu bulan kerja kemungkinan pekerjaan lapangan akan ditambah waktunya apabila dipandang perlu.