Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan porta perkemban yang day alam tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta perlu diatur memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, dilingkungan gunungap…
Atas instruksi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan, penulis pada tanggal 22 - 23 September 1999 yang lalu telah melakukan pengamatan singkat bencana alam gempa bumi Dempo tanggal 18 September 1999, yakni di wilayah Kecamatan Dempo Selatan, Kotif Pagar Alam.
Sasaran penyelidikan/pemantauan daerah bencana alam gunungapi Kaba adalah memperoleh data pengamatan lapangan dengan melakukan pengukuran di bagian puncak Gunungapi Kaba secara: visual, no non visual, pencatatan kegempaan seismograf) dan pengukuran penampang sungai sebagai tempat aliran lahar, serta melakukan pengumpulan data kependudukan yang diperkirakan merupakan daerah bahaya letusan Gunung…
Di bawah suatu gunungapi mula - mula terdapat kerakbumi padat, dan di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma, di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma.
Hari Sabtu tanggal 28 April 1979 jam 10.30 WIB. Keadaan masyarakat tanah Minang menjadi panik terurama di kota - kota Padang Panjang : Bukit Tinggi, Padang, Batu Sangkar, dan sekitarnya, disebabkan karena goncangan gempa (II - III MNI). Gempa tersebut ternyata bersumber didekat perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yaitu dengan Epicenter 0.7 Lintang Utara - 99.5 Bujur Timur, dengan keku…
Latihan Satuan Petugas Sosial Penanggulangan Bencana Alam Propinsi Jawa Tengah diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Departemen Sosial Propinsi Jawa Tengah, selaku pelaksana Kantor Departemen Sosial Kabupaten Banjarnegara, latihan tersebut diikuti oleh 40 peserta dari empat (4) Ka-bupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.
Dalam rangka mendapatkan pola, rumusan dan metode penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung secara tuntas dan terpadu, atas kerjasama antara BARKONAS PBA dengan UNDP, UNDRO dan PMI tekah diselenggarakan lokal karya nasioanl pencegahan dan penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung dari tanggal 20 s/d 25 September 1982 di Bandung.
Kami bertiga Sdr. E. Abdul Patah, A. Djajawinangun dan penulis tgl 17/11-1982 jam 9.30 berangkat dari Bandung mengikuti Sdr. Hadian R. yang kebetulan tugas ke Gunung Galunggung, sampai di posko Cikasasah jam 15.00.
Penelitian yang dilakukan oleh Tim Perancis bersama Indonesia tersebut bersifat Pendahuluan dan regional. Pada bulan Juli-Agustus 1978 penelitian dilanjutkan dengan men gunakan metoda yang sama ditambah metoda "telluric current" /metode geolistrik sebagai metoda pendamping.
Suatu program untuk merehabilitari kerusakan-kerusakan, dan k Hancuran sebagai skibat letusan Gunung Galunggung 1982, belum disiap kan oleh bedan-badan pemerintah yang bersangkutan. Setelah melalui bez bagai usaha akhirnya kami mengetahui bahwa sebenarnya suatu usulan te inh dibuat oleh pemerintah Propinsi Jawa Barat kepada BAKORNAS PRA, tuk mendapatkan bantuan keuangan dalam rangka program reh…