Penelitian Petrokimia dan Gas gunungapi Sundoro dilakukan untuk mengetahui kimia dan mineralogi batuan hasil erupsi Gunungapi Sundoro baik yang tercatat dalam sejarah maupun tidak. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mendapatkan gambaran karakter komposisi kimia dan mineral dalam batuan Gunungapi Sundoro.
Tujuan penyelidikan kimia gas dan air terhadap suatu gunungapi adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data lain terhadap gunungapi dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Dilakukan hubungan emisi gas SO2 dalam plume vulkanik dengan tingkat aktivitas Gunung Merapi. Sejak September 1974, emisi gas SO2 dalam plume vulkanik cukup rendah yaitu sekitar 50 ton/hari (dari hasil SO2 smoothing) dan emisi SO2 menunjukkan peningkatan sehari setelah terjadinya awan panas guguran.
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunungapi Papandayan dan sekitarnya yang termasuk dalam Kabupaten Garut. Penyelidikan dimulai tanggal 19 Mei - 14 Juni 1995, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang berada di Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, pada Tahun Anggaran 1995 - 1996.
Dari hasil penyelidikan ini akan memberikan gambaran posisi gas dan air yang dikeluarkan oleh gunungapi tersebut. Selain itu juga akan didapatkan data - data mengenai suhu, perubahan - perubahan visual yang dapat diperoleh di lapangan fumarola.
Dalam rangka mengembangkan pemantauan berdasarkan geokimia dilakukan penyelidikan gas dalam tanah secara sistematik dari desa Plalangan (1800 mdpl) sampai Pasarbubar (2600 mdpl) dan di Kali Bebeng dari ketinggian 800 mdpl sampai 920 mdpl.
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana akibat kegiatan Gunung Merapi yang terjadi sejak 20 Januari 1992 dan sudah mengalami penurunan sejak bulan Juli 1993, namun karena baik awan panas dan guguran lava pijar masih berlangsung maka penyelidikan dengan berbagai metoda masih terus dilakukan secara efeksif dan penyelidikan terpadupun sangat diperlukan.
Penyelidikan dimaksudkan untuk meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunungapi Ijen sekitarnya yang meliputi pencarian dan pengambilan conto batuan di lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, Analisa petrografi dan Analisa kimia conto batuan.
Dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan Gunung Merapi, pada bulan Mei 1993 telah dilakukan pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi secara tepadu yaitu kimia, fisika, dan geologi. Pemantauan secara kimia meliputi kimia gas, kondensat, temperatur lubang gas vulkanik, batuan, udara bebas, merkuri, dan kecepatan emisi gas S02 dalam plume vulkanik.
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.