Dari hasil penafsiran potret udara dan citra landsat, adalah sangat perlu diadakan pengecekan lapangan yang rencana akan dilakukan dalam bulan Juni - Juli 1981, selama satu bulan kerja kemungkinan perjalanan lapangan akan ditambah waktunya apabila dipandang perlu.
Berdasarkan hasil penafsiran potret udara dan citra landsat serta ditambah dengan data - data lapangan maka morfologi pegunungan Dieng dan sekitarnya dapat dibagi menjadi empat satuan morfologi yaitu; satuan morfologi komplek gunung Gajahmungkur; satuan morfologi komplek gunung Dieng tua; satuan morfologi komplek gunung Dieng muda dan satuan morfologi dataran tinggi Dieng.
Sigi kelandaion lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Nerapi dihubungkan dengan perubahan harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya. Hasil pekerjaan ini terutama dituangkan dalam daftar angka menjadi grafik dan peta arah vektor kelandaiannya.
Sesuai dengan Surat Direktur Direktorat Vulkanologi tertanggal 5 April 1980 yang juga ada kaitannya dengan rencana Kerja Bagian Proyek Pemetaan Topografi dalam anggaran tahun 1980/1981 dan menurut pengarahan Ka Sub Dit. Pengolahan Data yang ditunjuk oleh Pimpinan Proyek Pemetaan Geologi Gn. Api untuk mengkoordinasi yang ada sangkut paut dengan tilt.
Tanggal 19 Desember 1979 Sdr. L. Djoharman B.Sc., Sdr. Rohanan dan penulis berserta Tim Tilt. dari Hawai mencari tempat di sekitar Gn. Merapi, tempat yang terpi- lih adalah Deles, Selo, Krinjing dan Babadan.
Laporan berisi tentang Konstruksi patokbeton dan lokasi patok-patok di sekitar daerah G. Kelut dan G. Merapi, data bacaan seluruh pengukuran patokbeton