Gunungapi Colo merupakan salah satu gunungapi tipe A di Indonesia. Karakter letusan berupa letusan freatik, freatomagmatik dan magmatik. Sejarah letusannya yang tercatat dimulai pada letusan tahun 1898. Menurut newman van Padang pada letusan tersebut terjadi sumbat lava dengan produk letusan berupa 2,2 juta meter kubik abu dan lujur.
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Lokon, G. Mahawu dan G. Soputan merupakan gunungapi aktif yang letaknya hampir berdekatan, letaknya di daerah Minahasa-Sulawesi Utara, G. Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung. Puncak tertinggi dari G. Lokon, yaitu 1580 m dml terdapat triangulasi P112, sedangkan puncak G. Empung berketinggia…
Dari 129 gunungapi aktif di Indonesia G. Colo tercatat dalam sejarah letusannya merupakan salah satu gunungapi yang letusannya sangat dahsyat. Akibat letusan terakhir tahun 1983 menghancurkan hampir seluruh P. Una0Una yang terkenal dengan predikan sebagai gudang kopra atau ringgit yang mengapung di perairan Teluk Tomini terlanda awan panas, lontaran piroklastik dan lahar, termasuk pepohonan, pe…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khususnya daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan pendapatan asli daerah.
G. Lokon secara administratif berada dalam wilayah kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara. Dalam klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia umumnya disebut G. Lokon-Empung. Memang terdapat dua bentuk gunung yang menonjol pada jarak lk. 2,2 km satu dari lainnya. Karena memiliki bentuk yang menonjol dengan kerucutnya yang indah, maka nama Lokon sering digunakan dalam menyebu…
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Lokon yang terletak di daerah Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif dengan status Waspada. Komplek Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, dengan ketinggian puncaknya yaitu 1580 m dml. Berdasarkan statistik, G. lokon meletus setiap antara 1-5 tahun, dengan interval rat…
Sudah sejak lama diketahui bahwa letusan gunungapi dan kegiatan lainnya telah meminta banyak korban dan mengakibatkan banyak kerusakan, kadang-kadang di berbagai tempat gunungapi terdapat daerah luas yang telah rusak oleh kegiatan gunung tersebut, disana ditumbuhi oleh alang-alang tetapi setelah beberapa lama tidak tampak ada kegiatan disana sini sudah ada tanda-tanda bahwa penduduk mulai menet…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah. Pemanfaatan laham da…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar. Gugus gunungap…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar.