G. Lokon yang terdiri dari Puncak Lokon dan G. Empung merupakan gunung api aktif yang letusannya telah dikenal sebagai eksplosif. Frekuensi letusannya menunjukan peningkatan terhadap selang waktu terjadinya letusan. Hal ini dapat dilihat dari sejarahnya dimana sebelum th.1800 mempunyai selang waktu letusan yang sangat lama (400th), meningkat 2 kali terjadi letusan dalam kurun watu 100 tahun kem…
Papandayan merupakan salah satu gunungapi strato tipe A berbentuk kerucut terpancung yang dibangun oleh perselingan aliran lava dan endapan piroklastika aliran dan jatuhan. Pusat erupsinya sering berpindah sehingga bentuk kerucut menjadi tidak teratur dan menyebabkan terbentuknya kawah-kawah. Berdasarkan catatan sejarah letusannya, G. Papandayan pernah meletus atau meningkat kegiatannya sebanya…
In February of the forner year (1698) a very remarkable outburst on the slope of the volcano Lamongan (in the residence Probolinggo on Java) had taken place, which by soveral persons, among others by the Controler of Elakah, A. Ardesch, and the Assistant-Resident of Lunajang, C. Lok, was observed.
Gunungapi Bromo yang saat ini berstatus Waspada (level II), merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 m dpl. atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera ± 2.100 m dpl. Lokasi Gunungapi Bromo ini dikenal dengan kompleks Bromo Tengger yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolin…
Gunung Salak merupakan sebuah gunungapi tipe A yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia, Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak 1 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bemama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan petrokimia G. Soputan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mulai tanggal 30 April - 19 Mei 1994 dalam rangka pelaksanaan proyek Penyelidikan Gunung Api dan Panas Bumi Tahun anggaran 1994/1995
Sub Direktorat Analisa Gunung Api, berdasarkan pasal 404 keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1892/KPTS/M/Pertambangan/1984, mempunya fungsi: - Melakukan Penyelidikan dan Pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa Tengah - Melakukan penyelidikan Vulkano-Fisika - Melakukan Penyelidikan Petrokimia, gas dan uap panasbumi dst.
Puncak G.Soputan rendah berkisar 400 nT. Struktur G. Soputan tua berbentuk tapal kuda. Puncak G. Soputan merupakan kerucut gunung api muda yang tumbuh diantara dinding tua Komplek G.Manimporok dan G. Riendengan. Kemungkinan pertumbuhan aktivitas Puncak G. Soputan kearah barat daya.
Didalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1892/KPTS/Pertambangan/1984 maka menurut pasal 404 Sub Direktorat Analisa Gunung api mempunya fungsi yaitu, Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa-Tengah, melakukan penyelidikan petrokimia, gas dan uap panas bumi, serta melakukan perancangan, perakitan, perbaikan, pengembangan dan percobaan instrumenta…
Pada 17 Agustus 1985, Direktorat Vulkanologi mengadakan pendakian puncak beberapa gunungapi tertinggi di wilayah Republik Indonesia. Salah satu dari gunungapi tersebut adalah G. Klabat, yaitu gunung yang tertinggi di dataran Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Kami berdasarkan SPPD No. 1510/P/85 dan SPPD No. 1511/P/85 diperintahkan untuk tugas tersebut di atas. Tugas utama dalam pendakian ini ada…