Pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tampusu dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas proyek penyelidikan dan pengamatan gunung api. Pemetaan dilakukan oleh seksi pemetaan daerah bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunung api, Direktorat Vulkanologi. Gunung api Tampusu adalah salah satu gunung api yang terletak di komplek lapangan panas bumi yang ada di daerah Minahasa Sulawesi…
Pada PELITA VI, tahun anggaran 1997/1998, telah direalisasikan salah satu kegiatan pemetaan di dalam Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yaitu pemetaan geologi Gunungapi Ambang yang terletak di Kecamatan Modoinding dan Kecamatan Modayag, Kabupaten DT.II Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kegiatan pemetaan ini melibatkan empat orang staf Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi. Kegiatan pemeta…
G. Tangkoko atau nama lainnya Tonkoko adalah gunungapi yang tergolong aktif bertipe strato, dengan ketinggian 1149 meter diatas muka laut (dml). Gunungapi ini sudah beristirahat selama 125 tahun. Pertama kali diamati secara rutin dari Pos PGA dalamtahun 1985, dan penyempurnaan peralatan seismograf pada 17 April 2002. Tida pernah teramati gejala perubahan kegiatan. Pada September 2002, gunungapi…
Dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Lokon dan G. Mahawu atu dari Tomohon, secara fisik G. Mahawu nampak seperti perahu yang tertelungkup, mirip dengan G. Tangkubanparahu di Jawa Barat, memanjang dari utara ke selatan. Terletak berdampingan dengan G. Lokon, sehingga populer dengan sebutan Lokon - Mahawu. Lembang yang terbentuk antara keduanya merupakan jalan raya Tomohon yang menghubungkan antara T…
Indonesia dengan 127 gunungapi merupakan negara dengan potensi bencana letusan gunungapi yang cukup tinggi. Resiko terjadinya korban jiwa dan kerusakan harta benda merupakan akibat langsung dari banyaknya gunungapi yang berbahaya tersebut. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya.
G. Awu terletak di ujung baratlaut P. Sangir-Besar, dengan tingginya lk. 1320 m dari muka laut. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal berukuran 1550 x 1200 m2 dan berair sehingga merupakan sebuah danau, volumnya ditaksir 3, 47.106 m3. Air danau kawah inilah yang merupakan slah satu unsur bahaya erupsi, karena dapat menyebabkan lahar pada saat letusa terjadi. Bahaya letusan antara lain awa…
Komplek Lokon merupakan Gunungapi Tipe A berbentuk strato terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, masing-masing Puncak tertinggi G. Lokon yaitu 1580 m dml, sedangkan pucak G. Empung berketinggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif dan pusat vulkanisme Gunungapi Lokon saat ini. Dil…
Akhir-akhir ini kegiata G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan areal…
Gunungapi Rokatenda bertipe gunungapi strato, dengan ketinggian 875 meter di atas permukaan laut atau kurang lebih 3.000 meter di atas dasar laut. Gunungapi Rokatenda adalah gunungapi jenis strato dengan karakter letusan bersifat efusif dan eksplosif. Letusan terakhir G. Rokatenda terjadi tahun 1985 berupa letusan abu setinggi 1000-2000 meter disertai lontaran material berkisar 200-300 meter.
Tujuan utama dari grouting ini, mengikat, mengisi retakan dan porositas batuan disekitar lubang pemboran panasbumi. Diharapkan uap dari hasil pemboran "disalurkan" melalui lubang pemboran. Juga berfungsi menahan tekanan dari bawah dan tekanan beban dari permukaan selama pemboran berlangsung. Secara administratip lokasi yang direncanakan yaitu LH-1, terletak di Desa Lahendong, Kecamatan Tomohon …