For June Merapi report will be presented special in report of meeting about June 1984 Merapi activity because all data during the month was taken directly from the field or observatory
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…
In April and May 1984 rockfalls and glowing clouds from the active lava dome were continued to be observed traveliing a maximum distance of 1.5 KM from the summit toward Batang Valley.
G. Tangkubanparahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan para wisatawan dalam dan luar negeri. Ternyata akibat letusan-letusannya menghasilkan morfologi G. Tangkubanparahu yang indah dan menarik bagi para wisatawan. Berdasar-kan coraknya, riwayat letusannya dapat dibagi menjadi 3 perioda yaitu, Fasa esplosiva (ledakan), Fasa efusiva dan Fasa pembentukan …
Bedasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 229/P/1984 dari pemimpin proyek penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami ditugaskan untuk melakukan pengamatan dan penelitian seismik di G. Kelut.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan yang terletak di bagian selatan Kw. Ratu. Dari Pos yang dapat dilakukan hanya mengamati kegiaran Kw. Baru, sedangkan kawah - kawah lainnya tidak dapat.
Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Tanggal 9 s/d 23 November 1983 penulis melakukan penelitian sungai - sungai bagian barat daya Gunung Merapi. Penelitian ini didasarkan adanya luncuran awan panas guguran pada 5 Oktober 1983 serta 6 November 1983.
Dalam tahun anggaran 1983/1984, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi merencanakan akan melakukan pemetaan geologi G.Raung dan sekitarnya di Provinsi Jawa Timur, karena penelitian yang membahas tentang stratigrafi dan aspek geologi lainnya yang khusus hasil endapan gunungapi Raung belum ada yang melakukan.