Akhir-akhir ini kegiatan G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan area…
Gunungapi Ibu dikenal juga dengan nama G. Duono, merupakan salah satu gunungapi strato aktif tipe A, setelah terjadi letusan pada Desember 1998 yang menghasilkan lava di sekitar kawah utama. Akibat dari aktifitas gunungapi tersebut, vegetasi di sekitar puncak hampir seluruhnya kering/mati. Sebelumnya tipe gunungapi ini masih diperdebatkan, karena tidak pernah ada laporan kapan terjadi letusan, …
G. Kie Besi merupakan sebuah pulau gunungapi, terletak di sebelah baratdaya P Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku, pada posisi geografi 0° 19° Lintang Utara dan 127° 24' Bujur Timur. Diantara penduduk ada yang menyebutnya G. Kie Besi. namun pada umumnya lebih dikenal dengan G. Makian.
Amburombu atau Keo Peak ada di daerah Nage dalam wilayah Ngada, Flores-Barat jang terbanjak gunung api giat. Dari puntjaknja jang lantjip dan gundul, jang lalu mengepul djambul-asap putih menundjukkan tahap fumarola giat.
Gunugapi Semeru merupakan gunungapi aktif tipe A yang terbentukstrato dengan sifat letusan tipe stromboli. Gunung Semeru terletak di kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedudukan geografinya pada 8 derajat 6' 30" Lintang Selatan dan 112 derajat 55' Bujur Timur (Gb. 1).
Pada tanggal 25 September 1962 penduduk pulau Ternate mulai gelisah karena muntjul dari beberapa lobang baru pada lereng Timur puntjak G. Gamalama
Dibandingkan dengan keadaan diwaktu-waktu jang lampau, kegiatan magma G. Gamkonora dipermulaan tahun 1969 tampak berkurang. Mengingat letusan besar terakhir terjadi hampir tiga abad jang lalu, diharapkan kewaspadaaan kampung-kampung Baru, Nenas, Djere, Gamsungi, Bataka.
Pada tanggal 25 November 1967 serombongan pemeriksa G.Kie Besi setempat jang dipimpin oleh seorang pembimbing Tata Pradjanja telah melakukan penindjauan kepuntjak gunung tersebut. Pekerdjaan ini dilaksanakan sesuai dengan salah satu saran sdr. J.Matahelmual , jang telah memeriksanja dalam tahun 1963. Sebagai kesimpulan dari kundjungan ini, mereka merasa ragu-ragu setelah melihat perubahan-perub…