G. Gede atau G. Agung terletak dikecamatan Cianjur, bentuk gunungapi kembar dengan 4. Pangrango yang lebih tuabdan tidak lagi menunjukkan adanya kegiatan. Tubuh gunungapi ini tortutup popohonan besar maupun kecil yang tumbuh secara subur dan merupakan pohon pelindung bagi petugas. Dipuncaknya terdapat kawah-kawah Gemuruh, Gedeh, Sela, Ratu, Lanang, Baru dan Wadon.
Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
NEUMANN VAN PADANG (1951, h. 79) menulis bahwa menurut VAN BEMMELEN (1949, Jl. 1, hh. 641 644) Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang muncul sebagai fasa paling muda dari komplek gunungapi Sunda, sebelah utara Bandung, setelah ini runtuh dan mengalami patahan. Bagian pun- cak dari gunungapi kembar ini memanjang ke jurusan timur barat dise- babkan perpindahan sepanjang jarak 1100 meter. Banyak si…
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Menurut berita dari Tasikmalaya, yang diterima oleh Kantor Karesidenan Perianagan pada tanggal 7/4-59, maka G. Galunggung tampak mengeluarkan asap yang lebih tebal dari pada yang sudah - sudah, sedangkan dari jauh mengeluarkan asap.
G.Galunggung sejak tgl 7 April bertambah giat bekerjanya. Kegiatan tsb meliputi keluarnya asap yang lebih tebal daripada yang sudah - sudah dan adanya 7 kelompok fumarola diantaranya ada yang terdapat pada G. Warirang.
Pada saat melakukan ekspedisi di G.Galunggung, penulis memeriksa sendiri dua buah blowhole yang terletak ditepi sumbat lava 1918 sebelah Barat Laut. Bentuk kedua blowhole adalah lonjong, luasnya masing - masing kurang lebih 50 m2 dan kurang lebih 10 m2 dengan suhunya 25 C' dan 28', yang dapat dilihat di dalam foto, adalah yang terbesar.
Berhubung adanya laporan dari kantor kabupaten Tasikmalaya, yang memberitahukan bahwa pada tgl 10-11-1959 jam 22.00 telah terdengar suara gemuruh dari G.Galunggung, maka dua orang pengamat, ialah sdr. Elon dan O.Rukman ditugaskan oleh sdr. Kepala Urusan Vulkanologi untuk mengadakan pengawasan terhadap gunung tsb, dari suatu tempat didaerah Tasikmalaya, untuk waktu selama dua minggu lamanya.
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).