Laporan pengamatan kawah G.Slamet ini disusun berdasarkan laporan lapangan pendakian oleh Sukedi dan Sudradjat. Pendakian dilakukan pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 1991.
Jumlah gempa vulkanik dangkal G.Slamet terus meningkat sejak tanggal 17 Januari hingga Maret 1991, kemudian disusul oleh peningkatan jumlah gempa permukaan.
Pengamatan Gunung Galunggung dilengkapi dengan satu set seismograf Hosaka, yang dioperasikan dengan sistem kabel. Data gempa yang tercatat sejak 1987 sampai dengan 1989 didominasi oleh gempa tektonik, sedangkan gempa vulkanik tidak tercatat.
Di Gunung Sundoro digunakan pesawat seismograf dengan sistem pancar (RTS) untuk memantau kegiatan vulkaniknya. Dari pengamatan tersebut dapat dibuat bahan evaluasi kegiatan Gunung Sundoro, baik berdasarkan gempa tektonik maupun gempa yang terjadi di sekitar tubuh gunung apinya.
Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…
Gunung Raung (+3332 m) merupakan gunung api aktif bertipe strato dengan kaldera yang terletak di daerah Besuki Jawa Timur. Kegiatan Gunung Raung yang diketahui hanya berupa letusan kecil dan hembusan asap, kadang - kadang disertai hujan abu tipis yang jatuh disekitar gunung api tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat kegiatan Gunung Raung, maka diperlukan pengamatan visual dan seismik.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991 Seksi Pengamatan Gunungapi wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Vulkanologi-Bandung, Pimpro menugaskan penulis dengan SPPD no. 977/0441/3402 untuk melaksanakan pengumpulan data pengamatan kegiatan Gunung Lamongan. Data tersebut meliputi hasil pengamatan visual dan kegempaan.
Gunung Kelut terletak di antara Gunung Wilis (+2562 m) dan G. Kawi (+ 2651 m), berderet arah barat daya timur laut di kawasan kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur. Tinggi Gunung Kelut hanya + 1731 m di atas muka laut, namun Gunung Kelut mempunyai kawah yang aktif, tidak demikian halnya dengan kedua gunung api lainnya.
Dengan merujuk pada Surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur.
Dengan menunjuk pada Surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur, maka penulis berangkat ke Malang dan Lumajang untuk melaksanakan tugas seperti apa yang tertulis dalam Surat tersebut di atas.