Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Puncak G. Tangkubanparahu bagian timurlaut teramati telah mengalami penurunan, sehingga bagian punak G. Tangkubanparahu terbuka kearah tersebut. Pengamatan di lapangan, kawah - kawah G. Tangkubanparahu tersebar merupakan suatu kelurusan dengan arah barat-timur, dari Kw. Baru, Kw. Upas, Kw. Ratu, Kw. Domas, Kw. Badak, Kw. Siluman, dan Kw. Jarian.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari aspek geomorfologi yang berkembang di Gunung Tangkuban Parahu dan sekitarnya, diantaranya adalah aspek Morfogenesa, Morfokronologi, Morfometri, dan Morfografi.
Pengukuran Deformasi Vertikal di G.. Tangkubanparahu dilakukan untuk mengetahui perubahan beda tinggi (arah vertikal) dari sebuah gunung api, guna mengetahui kegiatan di daerah gunungapi serta untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kegiatan suatu gunung api.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunungapi yang tergabung dalam suatu kompleks atau kelompok gunungapi aktif di sekitar Gunungapi Salak, terletak disebelah baratdaya-nya, merupakan salah satu lapangan Solfatara atau Fumarolla, yang kini telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik atau disebut juga Panasbumi atau Geothermal.
Pemetaan kawasan Gunungapi Gagak dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rencana Gunungapi Gagak, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detil tataruang daerah disekitar Gunungapi Gagak di Jawa Barat.
Dalam menginventarisir jalur objek wisata ini tahap pertama diperlukan studi kepustakaan dari aspek geologi/kegunungapian, keindahan alam serta aspek penunjang lainnya seperti kebudayaan, sosial, sejarah, antropologi, dan lain - lain. Selanjutnya perlu melakukan penelitian langsung ke lapangan meninjau situasi tempat - tempat yang potensil untuk pengembangan keparawisataan.
Tujuan dengan dibuatnya peta kawasan rawan bencana gunungapi adalah diharapkan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi peningkatan aktifitas gunungapi disekitar Kawah Karaha akan memudahkan bagi penduduk dan pemerintah daerah untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan dengan berpedoman kepada peta kawasan rawan bencana gunungapi, sehingga dapat meminimalkan jumlah korban yang diakibatkan…
Pemetaan di Gunungapi Perbakti dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Perbakti, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detail tataruang daerah disekitar Gunungapi Perbakti di Jawa Barat.
Penyelidikan metode gaya berat di G.Guntur dilakukan untuk melihat pola sebaran densitas batuan di komplek G. Guntur baik secara lateral maupun vertikal. Dari pola sebaran densitas ini kemudian kita bisa menafsirkan keadaan struktur bagian dalam tubuh gunung tersebut.