Gunung Batur terletak di tengah dua kaldera di Kompleks Batur yaitu kaldera bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar kaldera berukuran 10 x 13.5 km terbentuk pada erupsi sekitar 29,300 tahun lalu dan sekarang terdiri dari danau batur pada sisi tenggara kaldera dengan panjang 7,7 kilometer dan luasan daerah 16 km persegi. Posisi danau ini berlawanan arah dengan puncak Gunung Abang berketinggian…
Gunungapi Egon termasuk salah satu gunungapi aktif tipe-A yang terdapat di pulau Flores. Gunungapi Ini memiliki kawah di bagian puncak yang berukuran 525x425 m kubik, dengan kedalaman antara 47,5-195 meter. Tebing yang tinggi terletak di bagian utara, sedangkan yang terendah di bagian barat. Pengamatan visual harian terhadap puncak G. Egon dilakukan dari pos pengamatan yang terdapat di Desa Nan…
Peningkatan aktifitas vulkanik G. Rinjani Juni 2005, terjadi pada tanggal 14, berupa letusan dari dalam Kawah 2004, yang tercatat oleh seismograf di Pos Pengamatan G. Rinjani di Sembalun Lawang, dengan amplituda maksimum 30 mm dan lama gempa 289 detik. Pada tanggal yang sama status aktifitas vulkanik G. Rinjani dinaikan dari Status Aktif Normal menjadi Status Waspada.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang memiliki danau kawah yang mulai terisi air setelah erupsi terakhirnya pada tahun 1983. Setelah bertahun-tahun tidak teramati perubahan, mulai dari pertengahan tahun 2011 teramati perubahan warna air secara perlahan hingga pada awal 2012 perubahan warna tersebut disertai oleh kemunculan gelembung-gelembung gas di beberapa titik dan peningkatan…
Kami menyajikan pengukuran pertama emisi SO2 di Gunung Semeru, Indonesia, menggunakan kamera SO2. Aktivitas Semeru dicirikan oleh "degassing" yang diselingi dengan erupsi yang singkat, dengan beban abu yang rendah. Interval antar erupsi terukur 32,1 kurang lebih 15,7 menit dari hasil survei "webcam" antara bulan Juni dan Desember 2013.
Erupsi G. Kelud pada tanggal 13 Februari 2014 merupakan erupsi eksplosif dengan pembongkaran kubah lava yang terbentuk pada tahun 2007. Pemantauan kegempaan di G. kelud sebelum erupsi diawali oleh peningkatan jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), munculnya Gempa Low Frekuensi (LF) dan membesarnya amplituda Gempa Tremor.
Erupsi G. Kelud pada tanggal 13 Februari 2014 merupakan erupsi eksplosif dengan pembongkaran kubah lava yang terbentu pada tahun 2007. Pemantauan kegempaan di G. Kelud sebelum erupsi diawali oleh peningkatan jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), munculnya Gempa Low Frekuensi (LF) dan membesarnya amplituda Gempa Tremor.
Semeru volcanic complex is basalt-andesite composite volcano in East Java. The volcano consists of twi cones namely Old Semeru (Mahameru) and Young Semeru. Mahameru products consist of pyroclastic flows, pyroclastic falls and lahar deposit. Semeru eruptives are produced from summit and flank eruptions. The products composed of basalt-andesite lavas.
Pasca peningkatan vulkanik di tahun 2005, G. Tangkubanparahu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas di bulan Agustus 2012 hingga stsatus dinaikkan menjadi Level II (Waspada) walaupun peningkatan tersebut hanya bertahan 1 bulan dimana status aktivitas diturunkan menjadi Normal (Level I). Peningkatan muncul kembali dengan terjadinya letusan freatik.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.