Maps are graphic representations of the cultural and physical environment. Two subclasses of maps exist: general-purpose (reference) maps and thematic maps. This text concerns the design of the thematic map, which shows the spatial distribution of some geographical phenomenon. Map scale, or the amount of reduction of the real world, is critical to the cartographer, since it determines selection…
Man tends to term any change in his environment that affects his works or his life in an unwanted fashion as a "catastrophe". Therefore, catastrophes may not only be represented by sudden violent events, such as earthquakes or volcanic eruptions, but also by the gradual slow drowning of a city like Venice a process that may take centuries to run its course. In this book we shall deal only with …
The significant change in seismic activity for an active volcano is closely related to the stage of volcanic activity. Even in the dormancy period, the observation of seicmic activity of a particular volcano is very important to evaluate the status and to anticipate the future behavior. The Volcanological Survey of Indonesia installed triparti- te instruments at the Anak Krakatau and Sertung…
Pengukuran koordinat dan ketinggian ini dilakukan dengan sistem pelygon dengan titik dari triangulasi yang ada disekitar stasiun seismograf masing-masing.
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito
Gunung Bromo yang tingginya 2329 m, terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berlangsung 'Kesodo', Upacara keagamaan Hindu Budha, setiap setahun sekali bagi masyarakat Tengger.
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.
Untuk melengkapi kebutuhan data kordinat dan tinggi diatas muka laut di Pos pengawasan G. Semeru (G. Sawur dan Tawonsongo), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut.
Pemasangan kabel di bawah tanah yang utama dari observatori G. Kelut di Margomulyo sampai di Bambingan telah selesai dalam bulan Agustus 1975. Kabel yang terpasang sepanjang 1K. 4000 m.
Untuk melengkapi kebutuhan data koordinat dan tinggi di atas muka laut di pos pengawasan G. Mrapi (Selo, Jrakah, Deles), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut