G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi dinamai Mahameru (+3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko.
Gunung Guntur (bahasa Belanda ; Donderberg) adalah satu diantara 35 gunungapi aktif di Pulau Jawa atau satu diantara 17 gunungapi aktif di Jawa Barat. Klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia didasari sejarah kegiatannya secara visual, yakni gunungapi yang pernah mengadakan letusan magmatik setelahtahun 1600 Masehi digolongkan sebagai gunungapi aktif kelas A.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif termasuk kedalam tipe A yang ada di Indonesia, secara administratif terletak di wilayah Kabupate Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur. Tubuh Gunungapi Bromo sebagaian besar tertutup oleh bahan-bahan piroklastik dan sedikit aliran lava, pada umumnya masih gundul, belum ada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya sublimasi beler…
Aktivitas Pegunungan Dieng mempunyai sejarah yang panjang. Berdasarkan stratigrafinya perkembangan vulkanise G. Dieng dibagi menjadi tiga episode kegiatan vulkanisme (Sukhyar, 1994). Dari ke tiga episode kegiata vulkanisme tersebut pada saat ini telah terbentuk banyak kawah (cone) serta lapangan solfatara dan fumarola di area komplek G. Dieng.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Gunungapi Semeru terletak di antara dataran Malang-Bangil dan Lumajang-Probolinggo, dimana terdapat deretan gunungapi yang timbul diatas celah melintang dan memanjang dari utara ke selatan. Deretan tersebut dapat dibagi dalamtiga satuan morfologi, yaitu Pegunungan Tengger, Gunungapi Jambangan dan Gunungapi Semeru.
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif tipe A yang terletak di kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk.60 km disebelah Timur Kota Bandung. Nama guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa belanda Didenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur dan guruh.
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.