Gunung Salak merupakan sebuah gunungapi tipe A yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia, Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak 1 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bemama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Menurut Neumann van Padang, G. sundoro merupakan kerucut gunungapi yang sangat teratur, dipisahkan dari G. Sumbing oleh Pelana Kledung (1405 m). Di bagian timur dari puncak datar seluas 400x300 m terdapat kawah kembar besar K1-K2 berukuran 210x150 m, sedangkan dataran segero wedi, Banjaran, Z3 dan Z4 di bagian barat dan utara adalah sisa dari kawah utama dan sekunder.
Gunungapi Gede merupakan gunungapi aktif yang berada di tiga wilayah kabupaten yaitu Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Gunungapi Gede merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 2958 d. dpl dan terdapat 7 buah kawah yang masih aktif di area puncak yaitu kawah Gemuruh, Gede, Sela, Ratu, Wadon, dan kawah Baru (Berita berkala vulkanologi Edisi G. Gede, 1990).
Gunungapi Arjuno-Welirang menurut Neuman Van Padang (1951) diklasifikasikan sebagai gunungapi type B, namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, menurut Hadikusumo tahun 1957 memasukkannya kedalam klasifikasi type A. Sedangkan Kusumahdinata (1979) dalam buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi type A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunungapi Arjuna-Welirang termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas daerah sekitar 670 km persegi. Berdasarkan catatan sejarah gunungapi pernah dua kali mengalami peningkatan yaitu pada tahun 1950 terjadi letusan abu.
Berdasarkan letusan sebelumnya karakter letusan G. Galunggung adalah letusan yang sangat dahsyat (berlangsung secara singkat atau lama) yang diakhir erupsi kubah lava (1918) dan pembentukan kerucut sinder serta leleran lava (1983). Untuk mengetahui produk letusan yang lebih tua lagi berdasarkan peta geologi. G. Galunggung.
G. Galunggung menempati daerah seluas kurang lebih 275 km2 dengan diameter 27 km (baratlaut-tenggara) dan 13 km (timurlaut-baratdaya). G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 di atas daratan Tasikmalaya. Sejarah letusan G. Galunggung secara umum bersifat relativ aktif.
Yang dimaksud dengan ekologi adalah .ilmu yang mem• pelajari hubungan antarmakhluk hidup sebagai suatu ke• satuan dengan lingkungannya, yang di dalamnya tercakup faktor-faktor fisik, biologis, sosioekonomi dan juga potitis. Hubungan ini bersifat timbal batik dan- membentuk suatu sistem yang disebut ehosistem. Dalam hubungan yang timbal batik ini, …
Erupsi G. Kelud tecatatn sejak tahun 1000 akan tetapi tidak ada catatan deskriptif sampai tahun 1133. Perioda erupsi dari abad ke 14 sampai 19 berkisaran dari 60 sampai 75 (Kusmadinata, 1979). Setelah itu,pada abad ke 20, G. Kelud mengalami erupsi pendek selama 5 kali namun sangat kuat dan mematikan dengan perioda erupsi dari 13 sampai 30 tahun.