G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…
G. Merapi (2911 m) yang terletak di dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Indonesia. Kepadatan penduduk di sekitarnya menyebabkan nilai bahayanya menjadi relatif sangat tinggi.
G. Merapi (2911 m) yang terletak di dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Indonesia. Kepadatan penduduk di sekitarnya menyebabkan nilai bahayanya menjadi relatif sangat tinggi. Dalam sejarah G. Merapi tercatat bahwa lama masa kegiatannya rata-rata 2-3 tahun dengan masa istirahat rata-rata juga 2-3 tahun. Sedangkan masa kegi…
This Monthly Report marks the end of the first phase of formal cooperative studies between the Volcanological Survey of Indonesia and the U. S. Geological Survey. It therefore seems appropriate to make some summary comments and statements about this two-year, mutually-beneficial program.
August and September 1983 rockfalls from the active dome of lava were continued to be observed traveling a maximum distance of 1.4 k from the summit. Seismic activity during August - September 1983 was similar to that of the previous month. Multi-phase events recorded by the seismo graph at the Babadan field observatory were relatively proportional to those rockfalls events mentioned above.
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2445/P/1982, tertanggal Bandung, 21 Oktober 1982, penulis ditugaskan ke daerah bagian baratdaya G. Merapi. Dibantu oleh Sdr. Retiyo dari pos ngepos, dengan surat perintah perjalanan dinas No. 2528/P/1982, tertanggal Bandung, 27 Oktober 1982
Dengan Surat Perintah No. 574/P/1982, penulis ditugaskan untuk menghitung/menduga volume kubah lava G. Merapi. Maksud dan tujuan adalah untuk mengetahui volume kubah lava pada saat sekarang. Pengukuran dilakukan dari puncak G. Merapi melalui lereng lava 1957 bagian barat dan kawah Gendol. Alat-alat yang digunakan ialah : Alat ukur Theodoliet (TO); kompas geologi, peta puncak G. Merapi skala 1:…
Maksud dari kedua pemeriksaan ini adalah untuk melihat pe-rubahan kwgiatan dan pembentukan kubah leva G.Merapi dan peruba-han keadaan sungai dan tebing-tebingnya sehubungan dengan kemung kinan terjadinya peluapan/penyeleweng /penyelewengan bila terjadi aliran la har hujan dalam musim hujan ini.
pengukuran kubah lava G. Merapi, untuk sen- duga volumnya. Penggunaen istilah pendugaan disini kerena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di punoak, yang bukan se rupakan titik tetap. Titik duga tersebut sewəktu-waktu depet berubah karena pertumbuhan kubah lava, longsor atau akibat lainnya.
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito