Gunungapi Anak Krakatau sejak muncul 11 Juni 1927 hingga 2012, telah mengalami erupsi lebih dari 100 baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun dan umumnya terjadi 4 tahun sekali berupa letusan abu dan leleran lava. Aktivitas kegempaan Gunungapi An…
Hari ini, 130 tahun yang lalu, sebuah ledakan dahsyat terjadi di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera, 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus, membuat seluruh dunia terbelalak. Awan panas dan tsunami akibat letusan Krakatau menyebabkan 36 ribu orang tewas. Akibat letusan Gunung Krakatau ini, dunia sempat gelap selama beberapa jam akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer. Bahkan, mata…
Gunungapi Anak Krakatau sejak muncul 11 Juni 2012, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksploasif maupun efusif. Dar sejumlah letusan tersebut pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun dan umumnya terjadi 4 tahun sekali berupa letusan abu dan leleran lava. Dalam 4 tahun terakhir, letusan G. Ana…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda,muncul diantara P. Panjang, P. Sertung, dan P. Rakata, yang terbentuk akibat terjadinya letusan-letusan purna pembentukan kaldera. Letusan besar terakhir G. Krakatau pada 1883 adalah salah satu yang paling dikenal dunia, letusan dahsyat gunungapi tengah laut dan diikuti terjadinya tsunami yang mengakibatkan …
Komplek Vulkanik Krakatau terletak di Selat Sunda, Lampung Selatan terdiri atas empat pulau, yaitu Rakata, Sertung, Panjang, dan Anak Krakatau. Rakata biasa disebut pulau Krakatau Besar, sedangkan panjang disebut pula Krakatau Kecil. Tiga pulau yang disebutkan pertama adalah merupakan sisa pembentukan kaldera, dan Rakata sendiri merupakan gunungapi yang tumbuh bersamaan dengan gunungapi Danan d…
Gunungapi Anak Krakatau andesitik (ketinggian puncak 315 m) berada di Selat Sunda yang merupakan daerah tektonik aktif berupa ekstensi arah barat-timur yang termasuk bagian sistem subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktifitas G. Anak Krakatau tahun 2007, pertama kali ditandai dengan keluarnya asap putih kelabu setinggi 200 meter pada tanggal 23 Oktober 2007 sekitar pukul 16 WIB. Kejadi…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali suatu ancaman bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakatau dan m…
Berdasarkan data rekaman gempa vulkanik, terlihat aktivitas G. Anak Krakatau berfluktuatif. Paa 23 Oktober 2007, pengamatan visual dari pos PGA G. Anak Krakatau di Pasauran-Kab. Serang dan Kaluanda-Kab. lampung Selatan terlihat adanya kepulan asap di G. Anak Krakatau, data seismik merekam adanya gempa-gempa letusan. Pengamatan langsung dilapangan pada 25 Oktober 2007 terlihat ada lubang letusan…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau sejak tahun 1930 sampai 1953 berlangsung setiap tahun sedangkan 1953 hingga 2001, periode letusannya terjadi 1 tahun hingga 5 tahun sekali. Sejak letusan terakhir pada 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, setelah istirahat sekitar 6 tahun pada 23 Okotober 2007 terjadi letusan. Pada 23 Okotober 2007 tercatat untuk pertama kalinya kejadian letusan G. Anak Krakatau sej…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletus sangat besar pada bula Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih 15 m), mengakibatkan korban jiwa l…