G. Guntur merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai beberapa solfatara pada kerucut-kerucut muda pada tubuhnya. Kerucut-kerucut muda itu adalah G. Geulis, G. Japai, G. Parupuyan. Pada tiap-tiap kerucut dijumpai beberapa panas dari samping yang ada dibagian Timur G. Guntur.
Gunungapi merupakan suatu lubang atau kerucut raksasa yang muncul di permukaan bumi dari persediaan batuan mencair yang sangat banyak sekali yang disebut magma, di dalam kerak bumi. Kira-kira terdapat 600 gunung berapi yang masih aktif (pernah meletus) di dunia saat ini dan beribu-ribu yang lain yang sudah tidak aktif (bias menjadi aktif lagi) atau punah (tidak diharapkan meletus lagi).
G. Guntur merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai beberapa solfatara pada kerucut-kerucut muda pada tubuhnya. Keucut-kerucut muda itu adalah G. Geulis, G. Japati, G. Parupuyan. Pada tiap-tiap kerucut dijumpai beberapa panas dari samping yang ada dibagian Timur G. Guntur.
Gunung guntur merupakan salah satu gunungapi aktif yang termasuk kedalam tipe A yang berada di indonesia, secara administratif terletak di wilayah kabupaten Garut,Propinsi Jawa Barat dengan puncak tertinggi 2249 m dpl. Gunungapi ini dibangun oleh hasil erupsi eksplosif dan efusif masa lampau yang berupa bom vulkanik, lapili, pasir hingga abu, endapan awan panas serta leleran lava.
G. Guntur merupakan salah satu gunungapi aktif termuda yang ada di dalam kompleks G.Guntur. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1847 berupa letusan efusif yang menghasilkan lava, dan sampai saat ini kegiatan letusan tersebut tidk/ belum terjadi lagi, yang ada berupa solfatara/fumarola. Sejak letusan terakhir hingga sekarang gunungapi ini telah beristirahat selama 154 tahun, dan selama waktu ter…
Gempa bumi memancarkan gelombang seismik dari sumber gempa hingga diterima di stasiun pencatat gempa. Dalam penjalarannya, gelombang seismik melewati medium penjalaran yang memiliki karakteristik berbeda-beda.
Dalam rangka melaksanakan tugas pengamatan visual kegiatan G. Guntur, penulis berkesempatan melakukan tugas tersebut pada 14 Desember sampai dengan 18 Desember 1987 kan SPPD No. 833/0441/3402/87 dan diantar pengemudi dengan SPPD No. 834/0441/3402/87.
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.
Pengamatan terhadap kegiatan G. Guntur secara tetap telah dimulai sejak September 1985, lokasi Pos Pengamatan di Desa Sirnajaya, wilayah Kabupaten Garut.