Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.
Penyelidikan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik, sampai saat ini merupakan metoda yang dapat dianggap paling tua, fundamental, dan terampuh daripada metoda lain. Peralatan, baik software maupun hardwarenya yang digunakan untuk metoda ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Untuk memperoleh gambaran deformasi G. Guntur, dilakukan pengukuran deformasi dengan ungkit kering pada setiap titik ukur yang sudah terpasang sebelumnya. Sebagai bahan bandingan diperoleh informasi bahwa terdapat pula data kegempaan di gunung Guntur ini.
Pemasangan pilar dan pengukuran deformasi metoda ungkit kering dilakukan sejak mulai bulan Maret 1989. Dari hasil pengukuran Mei 1992 dibandingkan Juli 1991 dari stasiun deformasi yang jaraknya lebih dekat puncak menunjukan perubahan yang tidak berarti/relatif kecil.
Sesuai dengan rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1992/1993, Seksi Pengukuran Topografi dan Deformasi telah menugaskan tim deformasi ke Gunung Guntur dan Gunung Ciremai Jawa Barat selama 14 hari (tanggal 17 - 30 Desember 1992) untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (drytilt) di sejumlah titik lokasi kedua gunung tersebut.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1991/1992, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi - Bandung telah menugaskan seorang personil, yaitu Ir. Kastiman Sitorus MSc. dengan SPPD No. 708/0441/3402/92 untuk melaksanakan pengumpulan data hasil pengamatan kegempaan, evaluasi dan kesebandingan terhadap data sebelumnya atau dengan data geologi lainnya, kemudian menentukan status perke…
G.Guntur bertipe strato, merupakan kelompok kerucut vulkanik (polikonida) dengan puncak tertinggi G.Masigit (lk. 2249 mdpl). Gunungapi ini terletak pada daerah administratif tingkat II Kabupaten Garut, Jawa Barat.
G.Guntur bertipe strato, merupakan kelompok kerucut vulkanik (polkonida) dengan puncak tertinggi g. Masigit (1k. 2249 mdpl). Gunungapi ini terletak pada daerah administratif tingkat II, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.
Pengukuran deformasi ungkit kering di G.Guntur, Kabupaten Garut dilakukan pada bulan Juli 1991, disertai dengan pengecekan dan perbaikan tanda bensmark pada beberapa stasiun ungkit kering.