G. Rokatenda merupakan salah satu gunungapi aktif tipe strato yang berada di P. Palue, disebelah utara P. Flores. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Propinpsi Nusa Tenggara Timur. Dalam sejarah kegiatannya yang tercatat menimbulkan korban jiwa akibat letusa G. Rokatenda sebanyak 266 orang tewas. Karena P. Palue seharusnya tidak dihuni secara tetapi.…
G. Rokatenda adalah gunungapi pulau yang membangun P. Palue di sebelah utara P. Flores dengan luas pulaunya sekitar 39,5 km2, merupakan gunungapi katif tipe A yang keberadaannya dipantau secara menerus. Secara geografi masuk dalam wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusatenggara Timur. Tipe gunungapinya adalah strato dengan ketinggian 875 m di atas permukaan laut.
Gunung Rokatenda terletak di P. Palue lk 15 km sebelah utara Flores Tengah. Posisi geografinya 8°19′ LS dan 121°42½ BT. Luas P. Palue 39,5 km2 dan puncak tertinggi (Ili Manunai) 875 m dml, merupakan pulau gunungapi, bekas kegiatan-nya berupa fumarola tersebar di seluruh bagian. Pusat kegiatan G. Rokatenda terletak agak ke selatan, bekas letusan dan kubah lava terdapat di sini. Letusan yang…
G. Rokatenda terletak di P. Palue lk. 15 km di sebelah Utara Flores Tengah. Posisi geografinya 8°19' Lintang Selatan dan 121°42%' Bujur Timur. Luas P. Palue adalah 39,5 km² dan puncak tertinggi (Ili Manunai) 875 m di atas permukaan laut. Pulau ini merupakan pu-lau vulkanis, bekas kegiatan gunungapi berupa fumarola tersebar di seluruh pulau. Pusat kegiatan G. Rokatenda terletak agak ke Selata…
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 940/P/81, tertanggal Bandung, 6 Juli 1981, penyusun laporan ditugaskan ke G.Rokatenda di P. Palue, Nusatenggara Timur, selama 22 hari, terhitung mulai tanggal 9 Juli s/d 30 Juli 1981. Maksud penugasan tersebut untuk mengerjakan pengukuran tepi batas kubah lava G.Rokstenda, juga untuk mengetahui berapa meter kubik volume/isi dari pada kubah lava tersebu…
Sehubungan dengan belum/tidak adanya ketinggian tetap di sekitar G. Rokatenda, di daerah P. Palue, make Kepala Seksi Pengamatan Gunungapi Bali-Nusatenggara, mempunyai gagasan/pendapat agar di daerah tersebut diadakan/dipasang patok yang mempunyai ketinggian tetap. Untuk mengadakan/melaksanakan pendapat tersebut, maka penulis ditugaskan ke P. Palue selama satu bulan: ialah pada Oktober 1981. Mak…
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Gunung Rokatenda yang muncul disebelah Utara Flores, puncaknya berketinggian 1k 875 m dml. Di puncaknya terdapat dua buah kawah dan tiga buah kubah lava; yaitu kubah lava 1928, 1964 dan kubah lava baru 1981. Kubah lava tersebut muncul pada satu garis lurus berarah utara - selatan. Pembentukan kubah lava 1931 manerobos dan merobek-robek daerah diantara G. Ili Manunai dan G. Rokatenda, letak kuba…
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1982 - 1983 Pelita III tahun terakhir. Penulis bersama Sdr. O. Rukman dan Yoseph Bu, ditugaskan untuk penyelidikan/pengamatan G. Rokatenda, G. Egon dan G. Kelimutu di Nusatenggara Timur. Tugas ini berdasarkan SPPD No. 336/P/1982, No. 337/P/1982 dan No. 342/P/1982.
Adapun maksud dari pada pemeriksaan ini ialah pemeriksaan Volkanologi berdasarkan Surat Perintah Direktur Geologi No. 4838/3/1971 tgl. 30 Desember 1971.- Objek jang ditundjuk ialah G. Ebulobo - G.Roka-tenda G.Sokoria - G.Kelimutu dan ditetapkan berlaku terhitung mulai tanggal 6 Djanuari 1972.- Oleh karene SPD tersebut diterima di Ende ba-ru pada tgl. 18 Djanuari 1972 dan mengingat pula dengan k…