Was er in 1935 slechts één beving van plaatselijken oor-sprong, hun aantal nam in 1936 toe. Zoo werden er in Zebruari 2, en in April eveneens 2 geregistreerd, bovendien op 29, 30 en 31 December herhaaldelijk plaatselijke onrust. Abnormale vul kanische verschijnselen hadden er echter niet plaats en ook de verdeeling der solfataren, stoomfumarolen, modderwellen en warme bronnen bleef nagenoeg d…
Plaatselijke bevingen werden gedurende het geheele jaar niet geregistreerd. De toestand in de verschillende kraters bleef over het algemeen onveranderd. In Maart werd uitbrei-ding van de solfataren/in Kawah Domas en toename van den gas-druk/vastgesteld en in Juli in de Kawah Djarian. De gemiddel-ve de temperatuur van alle controlepunten in het Tangkoeban Prahoecomplex vertoonde slechts weinig s…
Gunungapi Tangkuban Perahu tumbuh di dalam Kaldera Sunda sebelah timur (van Bemmelen, 1934, dalam Kusumadinata, 1979). Gunungapi Tangkuban Perahu merupakan gunungapi aktif tipe strato yang memiliki 9 buah kawah. Dua kawah utama di puncak adalah Kawah Ratu dan Kawah Upas, keduanya masing-masing berdiameter sekitar 1000 meter dan kedalaman kawah sekitar 400 meter.
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunungapi yang masih aktif dan bisa menimbulkan bencana bagi penduduk di sekitarnya. Gunungapi di Indonesia merupakan hasil interaksi dari tiga lempeng yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Pengamatan terhadap gunungapi salah satunya bertujuan untuk mendekteksi pergerakan magma dan struktur batuan di dalam tubuhnya. Magma yang terkandung dalam gunungapi merupakan faktor penting yang mengontrol aktivitas gunungapi tersebut, mulai dari pergerakan aliran lava atau letusan (erupsi).
Penelitian tentang karakteristik peningkatan gempa vulkanik G. Tangkubanparahu dilakukan dengan memanfaatkan data seismogram dari tahun 1999-2002. Untuk sebuah gempa yang terekam oleh seismometer, terdapat beberapa variabel yang berperan dalam menentukan karakteristik gempa, variabel-variabel terebut antara lain adalah jenis gempa, waktu tiba gelombang P dan S, amplituda maksimum, dn lama gempa.
Penyelidikan geofisika untuk mempelajari Gunungapi Tangkubanparahu telah dilakukan dari 02 Maret - 03 Mei 1999 menggunakan metoda gayaberat. Pengambilan data gayaberat difokuskan pada daerah puncak dan kaki gunung yang menghasilkan 155 titik ukur.