G. Kelut terakhir meletus pada 10 Februari 1990, setelah lebih dari 5 tahun setelah kejadian tersebut, perlu dievaluasi dan didata ulang berbagai aspek yang menyangkut perkembangan pemukiman, pembangunan, dan semua usaha penanggulangan bahayanya.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Dalam laporan kerja lapangan ini masih menitik beratkan pada kegiatan pengadaan data informasi sebagai bahan untuk penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang terletak didalam Daerah Bahaya dan Daerah Waspada G. Papandayan.
Karena kebutuhan yang bersifat komprehensif, adalah tidak mudah untuk memisahkan aspek spasial dengan propertiesnya. Demikian pula dengan aplikasi yang mengelolanya. Kecenderungannya adalah aplikasi yang dapat mengelola basisdata spasial juga dapat menangani baisdata atribut.
Buku ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan referensi pada mata kulian kebumia, khususnya pada mata kuliah Pengukuran Wilayah, Surveying dan kartografi. Referensi utama buku ini dalah catatan kuliah program Magister, Center fo Irrigation Engineering, Katholieke Universiteit, yang di asuh oleh Prof. Van Twan Bekke yang telah dikembangkan oleh Prof. Ahmd Munir dengan mengintegrasikannya dengan tekno…
Analisis sistem adalah proses pengamatan sistem yang dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan sistem. Setelah mengetahui kelemahan dan kekurangan sistem kemudian diusulkan untuk perbaikan dan penambahan kekurangan sistem.
Perancangan sistem pengolahan data anggota, termasuk didalamnya mengenai rancangan input/output, bentuk organisasi file, rancangan user interface dan pembagian program dalam bentuk modul.
Letusan Gunungapi adalah suatu fenomena alam yang telah berlangsung sejak bumi ini masih ada, dan akan terus sebagai konsekuensi dari dinamika bumi ini, ia merupakan manivestasi gerakan potongan-potongan laoisan bagian atas bumi (Lempeng Tektonik). Bada bagian tepi lempeng inilah kegiatan gunungapi berlangsung. Interaksi antara lempeng Hindia dan Asia di tepian pulau Jawa telah menyebabkan terb…