Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang terdiri atas beberapa kerucut. Pusat Gunungapi Guntur secara geografis berada pada ketinggian puncaknya 2249 m dpl, dan secara administratif termasuk Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Bara. Dari data sejarah letusan antara tahun 1800 sampai 1847 tercatatat tidak kurang dari 21 kali letusan.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.
Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunungapi yang menjadi tujuan wisata yang sangat populer di Jawa Barat. Kawahnya pada ketinggian 1830 m dpl dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Sedikitnya ada 10 buah kawah berada di kawasan G. Tangkuban Parahu, diantaranya Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Ecoma, Jurig, Siluman, Jarian, Badak dan Pangguyangan Badak.
Gunungapi Raung merupakan gunungapi aktif, strato, muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan lauit. Bagian puncaknya merupakan kaldera, berdiameter lebih kurang 2,5 km, lereng kalderanya sangat terjal dengan kedalaman dasar sekitar 400 m. Pusat kegiatan letusan G. Raung saat sekarang berada pada dasar kaldera yang membentuk kerucut.
Gunungapi Dukono merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 127° 52' BT dan 1° 42' LU dengan ketinggian 1087 m dpl.
Pemantauan secara visual aktivitas G.Dukono dilakukan dari Pos PGA Dukono di Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Hingga akhir Januari 2017, tingkat kegempaan G.Dukono secara umum masih tinggi, ditandai dengan masih terekamnya Gempa Letusan, Gempa Vulkanik dan Tremor menerus.
Instalasi peralatan pemantauan G. Kie Besi dimaksudkan untuk kelancaran mitigasi bahaya letusan G. Kie Besi dan terpenuhinya kebutuhan peralatan pemantau G. Kie Besi yang masuk gunungapi yang cukup aktif dan berisiko relatif tinggi. Adapun tujuan dari instalasi peralatan pemantauan ini adalah, untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas vulkanik G. Kie Besi
Gunungapi Gamalama merupakah sebuah gunugapi yang terletak di Pulau Ternate. Gunungapi ini memiliki ketinggian puncak 1715 meter di atas permukaan laut ( KUsumadinata, 1979). Secara administratif G. Gamalama termasuk ke dalam wilayah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Gunung Banda Api yang dikenal juga dengan nama "Etna van Indonesia" (Verbeek, 1900), secara geografis terletak pada 4° 31' 30" LS dan129 52 17" BT. sekitar 210 km tenggara Kota Ambon. Pulau gunungapi ini adalah salah satu gugusan pulau-pulau Banda Neira (P. Lontor, Neria, Run dan Pulau Hatta) yang mempunyai luas 7.4 km² dan tinggi 641 m dpl.
G. Ibu merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strato yang berlokasi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara. Puncak G. Ibu berada pada koordinat geografi 1°29' Lintang Selatan dan 127°38′ Bujur Timur dengan ketinggian puncak 1340 mdpl.