Gunungapi Gede merupakan gunungapi aktif yang berada di tiga wilayah kabupaten yaitu Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Gunungapi Gede merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 2958 d. dpl dan terdapat 7 buah kawah yang masih aktif di area puncak yaitu kawah Gemuruh, Gede, Sela, Ratu, Wadon, dan kawah Baru (Berita berkala vulkanologi Edisi G. Gede, 1990).
Papandayan (2665 m dpl) adalah sebuah gunungapi aktif strato tipe A. Gunugapi ini terletak sekitar 20 km di baratdaya Garut, ibu kota kabupaten daerah tingkat II Garut, propinsi Jawa Barat. Pada gunungapi ini terdapat 4 kawah besar yaitu: kawah Tegal Bungbrung, Kawah Tegal Alun-Alun, Kawah Parugpug dan Kawah Mas. Dari empat kawah tersebut kawah Mas merupakan kawah paling aktif saat ini yang men…
Bahaya letusan gunungapi merupakan salah satu bentuk bencana alam kebumian yang menyertai kehidupan manusia. Telah banyak sekali catatan mengenai bencana alam gunungapi ini disertai dengan dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap manusia baik untuk segi materi dan imateri. Upaya untuk mereduksi dampak negatif yang mungkin timbul dari bencana itu dilakukan dengan cara monitoring aktivitas vul…
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Kompleks Gunungapi Guntur. Kompleks ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu G. Masigit (2249m) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari G. Masigit terdapat kerucut G. Parukuyan (2135m), G. kabuyutan (2048) dan G. Guntur.
Gunungapi Salak merupakan gunungapi Strato, berbentuk kerucut terpancung yang dibangun oleh pergantian antara pelapisan leleran/aliran lava dengan bahan lepas piroklastik. Bentuk kerucut yang tidak teratur adalah akibat dari perpindahan pusat erupsinya. G. Salak memiliki dua buah dinding kawah berbentuk tapal kuda yang mengarah ke baratdaya dan utara-timurlaut.
Gunungapi Galunggung adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gunungapi ini termasuk gunung yang jarang meletus. Namun letusan tahun 1982 mengejutkan semua orang bahwa gunungapi yang disangka tidur panjang akhirnya melepaskan energinya dalam bentuk letusan besar dan berlangsung lama.
Berkaitan dengan mitigas bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkewajiban memberkan pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi, tsunami. Sebagaimana kita ketahui secara tektonik, Indonesia terkletak di antara 3 lempeng tektonik aktif.
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonimi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah.
Berkaitan dengan mitigasi bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami. Sebagaimana kita ketahui secara tektonik, Indonesia terletak di 3 lempeng tektonik aktif.
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi aktif tipe A yang terletak di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah tenggara Bandung. Dalam waktu sejah sejak 1690 hingga 1847 tercatat tidak kurang dari 22 kali letusan. Letusan terakhir yang terjadi pada tanggal 16 dan 17 Desember 1847 berupa letusan gas dan abu dengan suara dahsyat sebaran abunya mencapai daerah Cianjur.