Pada tanggal 23 Agustus 1974, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi, kedaerah G.Semeru bagian tenggara dan selatan selama 20 hari. Penugasan ke daerah tersebut disertai oleh saudara - saudara Sobana dan saudara Asep Djaja, dengan surat perintah No. 1251/S/1974; 1252/S/1974; dan 1253/S/1974, tertanggal Bandung 22 Agustus 1974.
Menurut Neumann Van Padang (1951), Gunung Kelut menjulang secara teratur dari dataran Kediri di barat dan dari lembah Sungai Brantas di selatan. Ke timur dan utara gunungapi - gunungapi Kawi, Laksono dan Anjasmoro mengganggu pembentukan kaki gunung yang normal.
Tulisan ini dimaksudkan sekadar mengetahui perkembangan kegiatan G. Kelut dan pengawasannya pada waktu akhir akhir ini. Beberapa contoh letusan masa lampau telah digunakan untuk mencoba memperkirakan jangka waktu istirahat antara dua letusan berturut turut dan pula bahaya letusan yang akan datang. Letusan G. Kelut "terakhir" terjadi pada tahun 1966 dan dapat dikatakan keadaan kegiatannya mereda…
Menurut VAN BEMMELEN (1937, h. 170) Gunung Semeru terletak pada rusuk selatan geantiklin Jawa, dibagian yang tenggelam, yang setempat amblas lebih dari 300 meter. Dengan demikian kaki dari gunungapi raksasa ini dipisahkan dari gunungapi Jembangan di utara dan dari "Pegunungan Selatan" di selatan oleh fatu-fatu yang khas berjurus timur barat. Di lihat dari Selatan, gunungapinya menunjukkan keruc…
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.
Keadaan Kawah Idjen dari tanggal 5 s/d 10 September 1957 : Cuaca tiap pagi cukup terang, angin sering meniup kencang dari arah tenggara. Sekitar kawah sering gelap terganggu dengan asap air telaga dan asap solfatara.
Dipuncak pegunungan Idjen terdapat 3 buah bangunan rumah, masing - masing letaknya berjauhan, yaitu : (1) Pondok Kawah Idjen; (2) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Selatan; (3) Pondok U.G.A. (Pos Urusan G.Api) sebelah Utara.
Pada tanggal 23 Februari 1956, kami diberi tugas untuk memeriksa G.Kelud, berkenaan dengan terjadinya ombak didalam setinggi 5m, pada tanggal 20 Februari 1956, yang disebabkan oleh longsornya dinding kawah sebelah Barat-Daya dari kawah.
Pada permulaan bulan Februari oleh pos penjagaan D.G.B di Kawah Idjen telah dilaporkan adanya tanda - tanda kegiatan dari G. Raung, yang terlihat mulai tanggal 31 Januari 1953.