Komplek Vulkanik Krakatau terletak di Selat Sunda, Lampung Selatan terdiri atas empat pulau, yaitu Rakata, Sertung, Panjang, dan Anak Krakatau. Rakata biasa disebut pulau Krakatau Besar, sedangkan panjang disebut pula Krakatau Kecil. Tiga pulau yang disebutkan pertama adalah merupakan sisa pembentukan kaldera, dan Rakata sendiri merupakan gunungapi yang tumbuh bersamaan dengan gunungapi Danan d…
Analisis Risiko Bahasa Gunungapi Rajabasa terutama ditujukan untuk memberikan layanan informasi tentang potensi risiko yang mungkin timbul ketika terjadi letusan G. Rajabasa. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya penekanan risiko rendah mungkin. Berdasarkan batas wilayah administrasi, gunungapi Rajabasa termasuk kedalam wilayah Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Sel…
Daerah gununapi selain dapat emnimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan berkelanjutan ini perlu kiranya dilakukan usaha pengantar Tata Ruang dan Tata Guna Lahan di daerah gunungapi yang sedemikian rupa sehingga terasa manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dan dapat dipergunakan seoptimal mungkin namun risiko bahasa gunungapinya dapat ditekan semi…
Gunungapi Rajabasa merupakan gunungapi strato tipe b yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung. Gunungapi ini merupakan komplek gunungapi yang terbentuk oleh morfologi Gunungapi Tua, Gunungapi Belerang dengan kerucut sampingnya dan gunungapi Rajabasa.Di kawasan komplek gunungapi ini terdapat struktur gunungapi yang diinterprestasikan sebagai kaldera meskipun belum diketahui p…
G. RajaBasa atau nama lainnya G. Rajabaso atau Laboraja adalah gunungapi strato tipe B, dengan ketinggian puncak 1281 meter di atas muka laut (dml). Sebagai gunungapi aktif tipe B, tidak terdapat catatan sejarah letusan yang pasti kapan gunungapi ini terakhir meletus. Namun demikian tanda-tanda yang memperlihatkan gunungapi ini masih menyimpan panas masih terlihat seperti adanya mata air panas.…
Gunungapi Anak Krakatau andesitik (ketinggian puncak 315 m) berada di Selat Sunda yang merupakan daerah tektonik aktif berupa ekstensi arah barat-timur yang termasuk bagian sistem subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktifitas G. Anak Krakatau tahun 2007, pertama kali ditandai dengan keluarnya asap putih kelabu setinggi 200 meter pada tanggal 23 Oktober 2007 sekitar pukul 16 WIB. Kejadi…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali suatu ancaman bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakatau dan m…
Berdasarkan data rekaman gempa vulkanik, terlihat aktivitas G. Anak Krakatau berfluktuatif. Paa 23 Oktober 2007, pengamatan visual dari pos PGA G. Anak Krakatau di Pasauran-Kab. Serang dan Kaluanda-Kab. lampung Selatan terlihat adanya kepulan asap di G. Anak Krakatau, data seismik merekam adanya gempa-gempa letusan. Pengamatan langsung dilapangan pada 25 Oktober 2007 terlihat ada lubang letusan…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau sejak tahun 1930 sampai 1953 berlangsung setiap tahun sedangkan 1953 hingga 2001, periode letusannya terjadi 1 tahun hingga 5 tahun sekali. Sejak letusan terakhir pada 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, setelah istirahat sekitar 6 tahun pada 23 Okotober 2007 terjadi letusan. Pada 23 Okotober 2007 tercatat untuk pertama kalinya kejadian letusan G. Anak Krakatau sej…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletus sangat besar pada bula Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih 15 m), mengakibatkan korban jiwa l…