Penulis mendapat tugas dari Pemimpin Proyek Penyelidik- an dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di dataran tinggi Dieng. Daerah tersebut sebagian masuk wilayah Kabupaten Wonosobo dan sebagian lagi Kabupaten Banjarnegara. Maksud dari pada pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan data kegiatan kawah-kawah dan perubahannya dibandingkan dengan hasil pengamatan …
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
Pengamatan kadar gas gunungapi yang diuntahkan dari kawah ratu, G.Tangkubanparahu. Pengamatan komposisi dan konsentrasi unsur kimia dari conto air panas kawah Domas dan Ciater.
Tujuan utama adalah penyelidikan lapangan lanjutan terdahulu (Mei 1985) yaitu pengambilan conto batuan secara teliti di daerah sekitar G.Gede
Tujuan utama adalah pengamatan larangan tentang gejala geologi dan pengambilan contoh batuan secara teliti disekitar G. Gede dan di bagian purcelanya
Gunung Lamongan merupakan salah satu gunungapi strato, terletak di daerah Klakah, Jawa Timur pada posisi geografis 7 derajat 59 Lintang Selatan dan 113 derajat 20,5 Bujur Timur. Manifestasi kegiatan gunungapi ini tampak berupa fumarola/solfatara yang aktif pada kawah puncaknya serta adanya sejumlah ranu san sinder dilereng sekitarnya.
Sesuai dengan nota dinas Asisten Ekbang/Kesra untuk Sekretaris Wilayah/Daerah Tk. I Propinsi Sumatera Barat No. 4/BKLH/1988 tanggal 7 Januari 1988, perihal Pemberangkatan Tim Geologi penelitian Bahaya Letusan Gunung Merapi dan Bahaya Gelodo Gunung Talang, sebagai realisasi dana bantuan Gubernur Kepala Daerah Tk. I Propinsi Sumatera Barat kepada Kanwil Departemen Pertambangan dan Energi Sumatera…
Gunung kelut (+1731) terletak pada 7 derajat 56 LS dan 112 derajat 18'30" BT, termasuk dalam wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dari sejarah letusannya G. Kelut ini mempunyai daur kegiatan 10 sampai 19 tahun. Dengan demikian pada 1988 ini telah melampaui siklus kegiatan untuk G. Kelut.