Dalam mengantisispasi perkembangan aktifitas G.Merapi terutama setelah aktifitas G. Merapi menjadi aktif normal, maka pada bulan Agustus diadakan penyelidikan dan pengamatan, terutama untuk mengikuti perkembangan gempa LF dan gempa vulkanik.
Dalam menghadapi musim penghujan yang mungkin bisa memicu sistem yang telah seimbang pada gunung Merapi khususnya kegiatan fase banyak yang terus meningkat, maka pada bulan Juli, diadakan perbaikan, perawatan serta kalibrasi untuk peralatan seismik dan magnetik, sehingga bila terjadi krisis maka peralatan diperkirakan masih dalam kondisi baik.
Dalam meningkatkan peramalan aktivitas Gunung Merapi maka diperlukan kualitas data yang baik dan kontinyu, untuk mencapai maksud tersebut maka pada bulan Mei 1992 dilakukan perbaikan/perawatan dan kalibrasi unit seismograf lapangan dan unit magnetik lapangan.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki seismograf RTS Plawangan, Pogog dan Maron serta pemasangan panel dan tempat accu untuk lokasi sensor geomagnet di sekitar G.Merapi.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki seismograf RTS Plawangan, Pogog dan Maron serta pemasangan panel dan tempat accu untuk lokasi sensor geomagnet di sekitar G.Merapi.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan seismik dan geomagnet di G.Merapi. Adapun tugas yang dilaksanakan adalah pemasangan regulator pada seismograf Klatakan, perekaman signal seismik dari stasiun seismograf RTS Klatakan, perbaikan stasiun geomagnet Lempong, dan perbaikan stasiun geomagnet Cemoro.
Daerah panas bumi Pariangan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan sistem panas bumi dengan manifestasi mata air panas bersuhu hingga 49,1°C. Survei gaya berat dan AMT mengidentifikasi lapisan resistivitas rendah (