Penelitian karakteristik batuan Gunungapi Kie Besi dimaksudkan untuk lebih mengenali dan memperdalam pengetahuan tentang gunungapi ini khususnya mengenai bantuannya. Adapun tujuannya adalah untuk lebih mengenai sifat dan criri magmatisma dan vulkanisma G. Kie Besi, sehingga akan lebih mempermudah upaaya-upaya mitigasinya.
Gunungapi Gamalama merupakan gunungapi aktif yang terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. G. Gamalama merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 1715 meter dan berada pada zona penunjamaan celah Sangir-Halmahera. Wilayah terktonik ini merupakan zona penunjamaan yang cukup aktif.
Gunungapi Gamalama merupakan gunungapi aktif yang terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Gunungapi Gamalama merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 1715 meter dan berada pada zona penunjamaan celah Sangir Halmahera. Wilayah tektonik ini merupakan zona penunjamaan yang cukup aktif.
Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Gunungapi Gamalama merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 1715 meter (Bronto, 1990) dan berada pada zona penunjamaan celah Sangir Halmahera. Wilayah tektonik ini merupakan zona penunjamaan yang cukup aktif.
Gunungapi Gamalama merupakan salah satu dari 127 gunungapi aktif tipe- A di Indonesia. ERupsi G. Gamalama pada umumnya berlangsung di Kawah Utama dan hampir selalu magmatik. Kecuali Erupsi yang terjadi dalam tahun 1907 yang mengambil tempat di lereng timur (erupsi samping) dan menghasilkan leleran lava (Batu Angus) hingga ke pantai. Erupsi 1980 juga menghasilkan Kawah Baru, lokasinya sekitar 17…
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Petrokimia batuan kompleks Gunungapi Dukono. Karena sampai saat ini data Petrokimia dari Gunung tersebut sangat kurang bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada. Data yang tersedia hanya berupa diagram - diagram K20 vs Si0 dan AFM dari suatu kumpulan data (Hutchison, 1982).
G. Marapi adalah suatu gunungapi strato yang paling aktif di P. Sumatera dengan tinggi lk. 2891 m dpl. atau Ik 2000 m dari dataran tinggi Bukittinggi. Koordinat posisi G. Marapi adalah 100° 22 47" LS dan 100° 28' 16,71" BT
Sehubungan dengan giatnya kembali G. Krakatau sejak akhir Desember 1927, oleh 'Penelitian Gunungapi' di P. Panjang dari Kepulauan Krakatau, mulai Januari 1928 didirikan pos pengamatan sederhana, yang ditempati oleh orang Eropa dan 2 orang pribumi.
Pengamatan Seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.