Akhir-akhir ini kegiatan G.Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan areal…
Gunung Soputan yang terletak pada posisi geografi 1°06,5' Lintang Utara dan 124°43' Bujur Timur adalah salah satu gunung api aktif yang terdapat di u- jung paling Selatan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Sejarah kegiatan menunjukkan bahwa gunung ini merupakan gunung api yang paling aktif dan sering meletus serta berpindah antara Kawah Soputan, Aeseput serta terbentuknya lava doma …
Gunung Karangetang terletak di P. Siau, Kabupaten Sangihe Talaud Provinsi Sulawesi Utara. Tipe Gunung api strato, dengan ketinggian 1784 m, dari permukaan laut. Sejak beberapa tahun yang lalu telah tercatat kegiatannya baik berupa letusan, bahkan leleran lava. Kegiatan Gunung Karangetang terjadi setiap tahun secara berkesinambungan, hanya saja besar kecilnya kegiatan tidak tentu. Hingga bulan J…
Dalam tahun anggaran 1993/1994, Proyek Pengamatan/Penga-wasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah menyediakan dana untuk melakukan pengamatan kegiatan Kelimutu, di Flores (Gb. 1 Pekerjaan tersebut telah dilakukan pada bulan Mei 1993, yang dilaksanakan oleh 2 petugas dengan SPPD no. 156 dan 160. Pekerjaan lapangan dikerjakan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu fumar ol …
G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi jawa bagian timur, subdit pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi, pada tahun anggaran 2001 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan visual puncak dan kegempaan gunungapi Arjuno-Welirang, yang berlokasi di wilayah kabupaten malang, mojokerto, dan pasuruan dengan lebih lu…
Dalam melakukan pemantauan kegiatan gunungapi secara terus-menerus digunakan beberapa metoda diantaranya pengamatan kegempaan dan pengamatan visual. Dalam pengamatan kegempaan sering timbul kendala berupa kerusakan pada alat pencatan gempa, sehingga datanya kurang lengkap. Selain pengamatan kegempaan, pengamatan visual juga dapat mendukung data kegiatan gunungapi berupa pemeriksaan tinggi, warn…
Berdasarkan data geologi bahwa pusat letusan G. Raung pada pra-sejarah berpindah pindah, masing masing berurutan dari G. Wates, G. Pajuaran, G.Pajungan dan G. Raung. Di periode kegiatan G.Pajungan, pernah terjadi suatu letusan besar, disertai dengan longsoroan besar yang melanda bagian lereng barat G. Raung (Sutawidjaja dkk., 1987).
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi jawa bagian timur, subdit pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi pada tahun anggaran 2001 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatn visual puncak dan kegempaan gunungapi Arjuno-Welirang yang berlokasi di wilayah kabupaten malang, mojokerto, dan pasuruan dengan lebih luas …