Penyelidikan gayaberat dimaksudkan untuk mengumpulkan data geofisika yang didalam hal ini adalah data gayaberat dari Gunung Slamet dan sekitarnya. Dari hasil penyelidikan ini diharapkan adanya daerah anomali sehingga jelas kontras densitas batuannya.
Penyelidikan deformasi G. Slamet dengan metoda EDM dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat tentang status dan sifat - sifat aktivitas G. Slamet saat ini. Usaha yang dilakukan adalah mengumpulkan data hasil pengukuran yang kemudian menganalisis dan mengevaluasinya. Hal ini perlu untuk mengantisipasi penanggulangan yang timbul oleh akibat aktivitas G.Slamet.
Puncak G.Slamet memiliki ketinggian 3676 m merupakan gunungapi tertinggi di Jawa Tengah. Aktivitas G.Slamet saat ini dipantau dari Pos Vulkanologi Gambuhan terletak dibagian utara kaki G.Slamet yang merupakan titik referensi.
Penyelidikan dan pengamatan seismik di G. Slamet dilakukan untuk mendapatkan data kegempaan G.Slamet berupa parameter - parameter dasar gempa, kemudian kita mencoba melakukan lokalisasi sebaran dan kedalaman sumber gempa.
Penyelidikan dilakukan terpadu mekanisme G.Merapi untuk memantau, mengamati, dan penanggulangan aktivitas G.Merapi dan sekaligus berfungsi sebagai Laboratorium Alam Gunungapi Direktorat Vulkanologi. Penyelidikan terpadu G. Merapi meliputi kelompok kerja kimia/cospec; seismik/magnet; deformasi/visual, dan kelompok kerja geologi/laharan.
Penyelidikan dilakukan terpadu mekanisme G.Merapi untuk memantau, mengamati, dan penanggulangan aktivitas G.Merapi dan sekaligus berfungsi sebagai Laboratorium Alam Gunungapi Direktorat Vulkanologi. Penyelidikan terpadu G.Merapi meliputi kelompok keja kimia/cospec; seismik/magnet; deformasi/visual, dan kelompok kerja geologi/laharan.
Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Pekerjaan lapangan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan penyusunan buku panduan ekskursi daerah sekitar Gunung Merapi khususnya daerah lereng selatan. Adapun tujuannya adalah untuk mengenal dan mengetahui jenis endapan piroklastik Gunung Merapi khususnya yang berada di lereng selatan Gunung Merapi.
Dalam rangka mengembangkan pemantauan berdasarkan geokimia dilakukan penyelidikan gas dalam tanah secara sistematik dari desa Plalangan (1800 mdpl) sampai Pasarbubar (2600 mdpl) dan di Kali Bebeng dari ketinggian 800 mdpl sampai 920 mdpl.