Buku panduan penyelidikan ini disusun sebagai salah satu panduan teknis dalam penyelidikan yang disusun dengan sistematika penyajian berupa pedoman penyelidikan dari tahapan awal sampai dengan estimasi sumber daya dan cadangan, Buku ini juga membahas peraturan perundang-undangan yang terkait. Batubara sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi sumber data besar, masih memiliki peluang t…
Penyelidikan magnetik di bagian timur laut G.Agung, dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dari sebaran material vulkanik hasil letusan gunung tsb., (seperti lava, pasir, lahar yang bermanfaat sebagai bahan baku bangunan) berdasarkan pada sebaran anomali magnetik. Sebaran anomali magnetik G. Agung, secara kwalitatif maupun kwantitatif diharapkan akan memberikan lebih jauh informasi keadaan geol…
Maksud pemantauan ini adalah sebagai realisasi Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi Bali NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil antara lain untuk mengetahui sejauhmana Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi (d.h. Daerah Bahaya Gunungapi), di G. Lewotobi dan sekitarnya.
Dalam melaksanakan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah melakukan suatu survey magnetik di gunungapi ini dan sekitarnya dalam bulan Juli - Agustus 1996. Laporan ini berisikan kegiatan survey, data yang dihasilkan, dan sedikit diskusi tentang hasil survey.
Survey gayaberat ini dilakukan dengan menggunakan sebuah gravimeter Lacoste & Romberg tipe D117. Agar nilai pengukuran memiliki suatu sistem acuan, maka dibuat suatu Stasiun Basis (BS) di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) daerah Waipukang. Nilai gayaberat di BS ini telah diikatkan ke Jaringan Gayaberat Nasional di Bandar udara Ngurahrai Bali, yang sudah terikat pula ke jaringan internasional (IGSN…
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
G. Iya memiliki 2 kawah, yaitu kawah 1 dengan diameter yang relatif besar kurang lebih 75 m dan kawah 2 yang relatif lebih kecil. Data kimia gas didominasi oleh uap air yaitu mencapai 56,18% sedangkan gas lainnya relatif lebih kecil, bahkan H2S hanya mencapai 0,002. Hembusan gas sangat lemah dan tidak terdengar suara bleitzer, lapangan fumarola tidak terlalu luas, serta tidak tercium bau yang t…
Keadaan kawah/puncak G. Sangeang Api (Doro Api, 1842 mdpl), merupakan kubah lava yang tertutup jatuhan piroklastika yang diselimuti hasil sublimasi belerang, suhu maksimum solfatara tertinggi 350 C dan fomarol berkisar 55 C sampai 92 C. Gejala seismik yang tercatat, periode Juli - November 1995 tidak terjadi peningkatan gempa vulkanik, tercatat 262 kali tektonik jauh, 26 kali tektonik lokal dan…
G. Batur, Bali, terkenal yang dengan danaunya serta kaldera terbesar dan terindah di dunia (Van, Bemmelen 1979) masuk ke dalam Wilayah Daerah Tingkat II Bangli. Tinggi puncaknya 1717 m di atas muka laut atau 686 m di atas muka danau. Secara Geografis G. Batur terletak pada posisi 8°14′30" LS dan 111°22′30" BT.
Sebelumnya belum ada studi - studi geofisika di komplek G.Ebulobo yang bertujuan untuk mengetahui struktur bagian dalam dari gunungapi tersebut. Untuk memulai mempelajari batas - batas struktur bagian dalam dari tubuh gunungapi tersebut, kami melakukan survey gayaberat di bulan Mei - Juni 1995. Secara kebetulan dalam waktu bersamaan dilakukan juga pengukuran geomagnetik oleh tim lainnya (Palgun…