Data-data menarik daerah bahaya/waspada diambil dari hasil-hasil; 1. Penelitian dan pemeriksaan puncak G. Raung tahun 1955 dan 1970 2. Penyelidikan endapan lahar dan abu yang diakibatkan oleh letusan G. Raung 3. Hasil Penelitian sungai-sungai yang bersumber dibawah G.Raung 4. Keadaan daerah yang dikunjungi 5. Keterangan lain yang diperlukan
Menurut Neumann Van Pandang (1951, H. 83) merupakan kerucut paling selatan dari suatu deretan Gunung api. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah dari tempat.
Menurut Neumann Van Pandang (1951) merupakan kerucut paling Selatan dari suatu deretan gunungapi. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah tempat.
Pada permulaan bulan Februari oleh pos penjagaan D.G.B di Kawah Idjen telah dilaporkan adanya tanda - tanda kegiatan dari G. Raung, yang terlihat mulai tanggal 31 Januari 1953.
Kegiatan penyuluhan Gunungapi di daerah sekitar G. Raung Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 14 - 24 Mei 1999 sesuai dengan permintaan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tingkat II Banyuwangi, Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan terhadap kelancaran pesawat seismograf, seismograf setiap tahunnya selalu mengalami kerusakan, yang umumnya terjadi pada Sub sistem pancar, terutama mengingat lokasi sub sistem pancar terdapat jauh dari Pos Pengamatan atau lokasi yang sinar mataharinya menyinari solar panel waktunya sebentar, sehingga battery yang digunakan tegangannya turun, hal ini mempercepat sel - sel…
Pembuatan dokumentasi G, Raung dapat diartikan sebagai upaya untuk melengkapi data lapangan selengkap - lengkapnya baik data yang berada di daerah bahaya maupun waspada yang meliputi seluruh keadaan geologi G. Raung.
Pengumpulan data dan informasi G. Raung dilapangan dititikberatkan kepada pendataan kependudukan di daerah bahaya (KRB) untuk menghadapi letusan yang akan datang.
Kegiatan vulkanik G.Raung dipantau secara visual dan seismik di Pos PGA G. Raung di daerah Mangaran. Pemantauan visual dilakukan pada saat cuaca baik sedangkan pemantauan seismik dilakukan 24 jam selama pesawat pencatat gempa itu tidak mendapat gangguan.
Peningkatan kegiatan vulkanik terakhir G. Raung terjadi pada Juli - September 1990 berupa peningkatan kegempaan disertai letusan abu (Erfan dkk, 1990). Sedangkan kegiatan vulkanik Kawah Ijen yang dicirikan oleh erupsi magmatik dan freatik, memperlihatkan peningkatan kegiatan yang terakhir pada Juli - Agustus 1993 berupa letusan freatik yang diawali dengan terekamnya tremor vulkanik yang terus m…