Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
67. Dalam Vulk. Ber. n. XVIII diberitakan, bahwa G. Slamat dikunjungi akhir 1922, tetapi tidak diamati perubahan dalam kegiatannya. Kegiatan fumarolanya ternyata sama seperti digambarkan oleh Jung-huhn dalam pertengahan abad yl.
Lapangan fumarola ini masih aktip bekordja dan disebut MUTU BUSA (mutu = api, busn= buih). Letaknja kira2 satu setengah djam perdjalanan dari kampung Pomorin. Daerah fumarola jang luas kira2 40 X 30 M² terletak dalam sebuah anak sungai jang tidak berair. Gas2 keluar dari lobang2 ketjil jang hampir tertutup oleh timbunan humus dan ada djuga jang berbekas diantara batu2 jang telah lapuk. Lobang …