Untuk mendapatkan hasil rekaman berupa data kegiatan Seismik gunungapi yang baik diperlukan pengecekan/perbaikan dan kalibrasi kembali pada semua peralatan seismograph yang dipakai disekitar gurunungapi tersebut.
Untuk pengukuran deformasi ada beberapa macam metoda yang bisa digunakan yaitu diantaranya dengan cara EDM, dry tilt, level-ling dan watertube.
Seismograf yang sedang dioperasikan ini merupakan salah satu jenis seismograf "portable" yang dapat membantu lebih efisien dan efektif dalam mendapatkan data kegem- paan dan membaca serta menganalisanya. Dalam hal ini getaran-getaran dapat disaring sedemikian rupa sehingga getaran gempa tertentu (yang diharapkan) saja yang da- pat terekam. Seismograf beserta seperangkat alat pelengkapnya dipasa…
Seismograf yang sedang dioperasikan ini merupakan salah satu jenis seismograf "portable" yang dapat membantu lebih efisien dan efektif dalam mendapatkan data kegem- paan dan membaca serta menganalisanya. Dalam hal ini getaran-getaran dapat disaring sedemikian rupa sehingga getaran gempa tertentu (yang diharapkan) saja yang dapat terekam. Seismograf beserta seperangkat alat pelengkapnya dipasang…
Pada tulisan ini hanya dapat dihitung kecepatan gelombang P dan S saja. Data yang digunakan berupa gempa vulkanik. Gempa vulkanik itu diperoleh dari pengamatan kegempaan di Gunung Tangkubanparahu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli dan September 1984 selama lebih kurang 1 1/2 bulan sehubungan dengan program Proyek Pengembangan Laboratorium Gunungapi, Direktorat Vulkanologi.
Sesuai dengan laporan tahunan Direktorat Volkanologi tugas dan fungsi sebagaimana tercantum dalam pembagian pekerjaan bahwa Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi terbagi 4 seksi diantaranya termasuk Seksi Pemetaan Topografi/Deformasi. Untuk pengukuran deformasi selain membuat peta deformasi juga menghasilkan angka - angka untuk dibuat diagram dan profil yang menunjukkan sebagai pendugaan atau ramal…
Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan yang terletak di bagian selatan Kw. Ratu. Dari Pos yang dapat dilakukan hanya mengamati kegiaran Kw. Baru, sedangkan kawah - kawah lainnya tidak dapat.
Pengukuran topografi dilakukan sesuai dengan SPPJ No 279/P/81 tanggal 9-5-81 maksudnya untuk menetapkan kedudukan lokasi tilting dengan titik tetap, dimana satuan koordinatnya dengan sistim polyder, lokasi yang diukur di daerah G.Tangkubanparahu Lembang, pekerjaan dilaksanakan antara 9 s/d tanggal 23 Mei 1981.
Selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 1982 kami mengadakan pengenalan lapangan di daerah gunungani. Sebagai objeknya di-ambil G. Tangkubanperahu mengingat lokasi tidak jauh dari Bandung dan dapat dicapai dengan kendaraan kurang dari satu jam dari Bandung kearah utara