Maksud penyelidikan untuk melaksanakan salah satu tugas dari Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi. Sedangkan tujuannya adalah mengevaluasi kegiatan Gunung api Karangetang secara visual dan seismik. Kegiatan penyelidikan ini dilatarbelakangi oleh kegiatan Gunung api Karangetang yang selama ini masih diatas aktif normal.
Awu merupakan gunung api yang menempati posisi paling utara di Provinsi Sulawesi Utara, serta merupakan bagian akhir dari rangkaian gugusan Sangihe - Talaud. Secara geografis terletak pada posisi 3° 40' Lintang Utara dan 125° 30' Bujur Timur.
G. Awu merupakan salah satu gunung api aktif yang terletak paling utara di Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di ujung barat laut P. Sangir Besar, pada posisi geografis 3 40' LU dan 125 30' BT (Gambar. 1). Secara administratif G. Awu berada di Kabupaten Sangir Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Tipe gunung api ini adalah strato dengan danau kawahnya, mempunyai ketinggian puncak 1320 m di atas perm…
Setelah jaringan gempa dioperasikan, masalah pertama yang muncul untuk para ahli seismologi adalah menentukan dasar parameter-parameter yang ada pada record gempa.
Secara geografis G. Awu terletak di ujung barat-laut P. Sangir Besar pada posisi 3° 40' Lintang Utara dan 125° 30' Bujur timur, sedangkan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Sangir Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Gunung api ini bertipe strato dengan tepi kawah tertinggi atau puncaknya mempunyai ketinggian lebih kurang 1320 m dari muka laut atau lebih kurang 3300 m dari dasa…
G. Kie Besi di P. Makian yang berada dalam wilayah Kecamatan Makian, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku, termasuk salah satu gunung api yang sudah lama istirahat. Kegiatannya yang terakhir terjadi pada 1890, berarti sudah 95 tahun berdiri tegak tanpa kegiatan sama sekali. Selama masa istirahat sempat dilakukan beberapa kali pendakian puncak dan baru 5 (lima) kali berhasil mencapai dasar ka…
Metode seismik adalah metode untuk memahami dalam gunungapi dengan melakukan analisis seismik gunungapi Papandayan, Jawa Barat, dapat mengolah data hasil rekaman seismogram dan membandingkannya dengan ilmu yang sudah didapat.
Sebagai metode utama dalam pemantauan Gunung Semeru, metode seismik digunakan untuk memantau pergerakan magma didalam gunungapi yang dapat digunakan, sebagai indikator akan terjadinya erupsi.
Penyebab terjadinya gempa tremor adalah adanya pelepasan energi karena pergerakan magma yang mengalami gangguan keseimbangan, Untuk mengetahui aktivitas dari magma dapat diketahui dengan menganalisa tremor yang terjadi.
Deformasi dengan menggunakan GPS dengan objek Gunung Guntur. Walaupun Gunungapi Guntur saat ini belum menandakan adanya tanda akan erupsi setelah waktu yang cukup panjang. Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti akan erupsi, maka pemantauan gunungapi seperti deformasi dan juga seismisitas harus dilakukan secara menerus.