Indonesia memiliki sekitar 127 gunungapi aktif yang diantaranya 68 gunungapi dipantau secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi yang dilengkapi minimal satu alat perekam gempa, dari ke 68 gunungapi tersebut setiap tahunnya ada yang mengalami peningkatan tingkat aktivitas yang diikuti erupsi, seperti pada Januari 2016 sekurangnya ada 4 gunungapi dalam level III (Siaga).
Gunungapi Gede merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak dalam wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi - Jawa Barat, Indonesia dengan tinggi 2958 mdpl. Secara keseluruhan kawah G. Gede berbentuk sepatu kuda dan terbuka ke arah utara-baratlaut. G. gede letaknya berdekatan dengan G. Pangango.
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada November 2010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
Gunungapi Bromo secara administratif masuk dalam Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian puncaknya 1.329 m dpl. G. Bromo muncul dalam Kaldera Tengger yang berdiameter 8000 meter dan 10.000 meter, selain G. Bromo ada juga G. Batok (2.440 mdpl); G. Widodaren (2614 m dpl); G. Watangan (2.601 m dpl); dan G. Kursi (2.581 m dpl).
Gunungapi Guntur dengan tinggi puncak 2249 m diatas muka air laut rata-rata di kawah puncaknya memiliki kerucut-kerucut yang merupakan titik-titik erupsi masa lalu. Setelah erupsi terakhir pada tahun 1840 - 1847, berupa aliran lava dan lontaran piroklastik, G. Guntur sudah 166 tahun belum mengalami erupsi lagi. Pada tanggal 2 April 2013, status kegiatan G Guntur dinaikkan.
Gunungapi Guntur dengan tinggi puncak 2249 m diatas muka air laut rata-rata di kawah puncaknya memiliki kerucut-kerucut yang merupakan titik-titik erupsi masa lalu. Setelah erupsi terakhir pada tahun 1840 - 1847, berupa aliran lava dan lontaran piroklastik, G. Guntur sudah 166 tahun belum mengalami erupsi lagi. Pada tanggal 2 April 2013, status kegiatan G. Guntur dinaikkan dari Level I (Normal)…
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan terjadi letusan. Peningkatan aktivitas G. Papandayan.
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam 4 (empat) wilayah kabupaten yaitu: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, propinsi Jawa Timur. Kegiatan G. Bromo yang pertama kali tercatat dalam sejarah, terjadi pada tahun 1804.
Sejak tanggal 4 Desember 2015, Gunung Bromo (2329 m dpl) di Jawa Timur aktivitasnya kembali meningkat. Pemantauan visual G. Bromo di Bulan Desember 2015 memperlihatkan hembusan asap abu-abu, kecoklatan hingga putih tipis-tebal, bertekanan lemah--kuat, ketinggian asap anatra 200 - 2000 meter dari atas kawah. Selama bulan Desember 2015 ketinggian kolom asap kawah cenderung bertambah.
Gunung Bromo adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang kawasannya merupakan daerah wisata, berada di wilayah Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Gunung Bromo merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Daerah ini memiliki potensi wisata berupa tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang indah.